Krisis Personel Israel: Ratusan Perwira dan Bintara Ajukan Pengunduran Diri

- Rabu, 17 Desember 2025 | 13:40 WIB
Krisis Personel Israel: Ratusan Perwira dan Bintara Ajukan Pengunduran Diri

Gelombang pengunduran diri besar-besaran sedang mengancam tubuh militer Israel. Ini bukan isapan jempol belaka. Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan pada Selasa lalu bahwa angkatan bersenjata itu menghadapi eksodus massal perwira dan bintara. Ratusan personel, katanya, sudah mengajukan permintaan untuk keluar dari dinas permanen.

“Sejauh ini, terdapat 500 permintaan dari perwira dan bintara di pasukan reguler yang mengajukan permohonan untuk dibebastugaskan dari jabatan mereka di militer,” tulis media tersebut.

Angka itu mungkin baru permulaan. Menurut sejumlah saksi di internal militer, permintaan pengunduran diri diprediksi akan terus bertambah. Yang mengkhawatirkan, gelombang ini terjadi di hampir semua kelompok usia dan jenjang kepangkatan. Situasinya sudah digambarkan sebagai krisis kekuatan personel yang mencapai titik kritis.

Di sisi lain, beban operasional yang terus meningkat membuat masalah ini terasa semakin berat. Kesiapan institusional angkatan bersenjata jelas terancam. Pihak militer sendiri dikabarkan kesulitan meyakinkan para perwira dan bintara itu untuk bertahan.

Lalu, apa pemicunya? Laporan itu menyoroti dua hal. Pertama, soal kesejahteraan. Parlemen Israel, Knesset, hingga kini belum menyetujui rancangan amandemen undang-undang yang menaikkan hak pensiun antara 7 hingga 11 persen. Keterlambatan ini disebut memperparah ketidakpuasan.

Namun begitu, akar masalahnya tampaknya lebih dalam. Gaji yang dinilai rendah hanyalah satu bagian. Faktor kelelahan dan attrisi yang melonjak selama konflik di Gaza disebut-sebut berkaitan erat dengan gelombang resign ini. Perlu dicatat, yang mengajukan permohonan keluar adalah personel tetap dinas reguler, bukan tentara cadangan.

Jika tren ini berlanjut, akibatnya bisa serius. Sebuah sumber militer memperkirakan kekuatan keseluruhan angkatan bersenjata Israel akan menyusut secara signifikan dalam waktu dekat. Sebuah gambaran yang suram untuk sebuah institusi yang sedang berada di bawah tekanan berat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar