Gelombang pengunduran diri besar-besaran sedang mengancam tubuh militer Israel. Ini bukan isapan jempol belaka. Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan pada Selasa lalu bahwa angkatan bersenjata itu menghadapi eksodus massal perwira dan bintara. Ratusan personel, katanya, sudah mengajukan permintaan untuk keluar dari dinas permanen.
“Sejauh ini, terdapat 500 permintaan dari perwira dan bintara di pasukan reguler yang mengajukan permohonan untuk dibebastugaskan dari jabatan mereka di militer,” tulis media tersebut.
Angka itu mungkin baru permulaan. Menurut sejumlah saksi di internal militer, permintaan pengunduran diri diprediksi akan terus bertambah. Yang mengkhawatirkan, gelombang ini terjadi di hampir semua kelompok usia dan jenjang kepangkatan. Situasinya sudah digambarkan sebagai krisis kekuatan personel yang mencapai titik kritis.
Di sisi lain, beban operasional yang terus meningkat membuat masalah ini terasa semakin berat. Kesiapan institusional angkatan bersenjata jelas terancam. Pihak militer sendiri dikabarkan kesulitan meyakinkan para perwira dan bintara itu untuk bertahan.
Artikel Terkait
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Dokumen Epstein Bocor, Tautan Indonesian CIA dan Transaksi Properti dengan Trump Mengarah ke Hary Tanoe