Lalu dia menambahkan, "dan ini tidak hanya pangan secara nasional. Kita harus swasembada pangan secara provinsi, bahkan bila perlu secara kabupaten."
Di sisi lain, Prabowo tak melupakan kearifan lokal. Dia mengajak hadirin untuk melihat kembali ke belakang, pada praktik yang sudah dijalankan nenek moyang. Sistem lumbung pangan desa, menurutnya, adalah konsep brilian yang justru sangat relevan untuk dihidupkan kembali di masa sekarang.
"Kalau terjadi sesuatu di mana komunikasi putus, Desa itu harus bisa bertahan. Kecamatan itu harus bisa bertahan, Kabupaten itu harus bisa bertahan," paparnya dengan penuh keyakinan.
Lalu dia mengajak refleksi, "Ini adalah pelajaran nenek moyang kita. Tanyalah kepada kakek-kakek kita dulu, ada lumbung desa. Kita harus ada lumbung desa sekarang."
Gagasannya berjenjang, dari yang terkecil hingga tingkat nasional. "Harus ada lumbung kecamatan, harus ada lumbung kabupaten, harus ada lumbung provinsi, dan harus ada lumbung-lumbung nasional," pungkas Prabowo. Sebuah visi ketahanan yang dibangun dari bawah, berlapis-lapis, agar bangsa ini tak mudah goyah oleh goncangan apa pun.
Artikel Terkait
Teddy Rebutan Cokelat Saat Susi Pudjiastuti Kunjungi Setkab
Sandiwara Sakit: Ambisi yang Tak Kenal Batas di Balik Panggung Politik
Wamen Sosial Serukan Transformasi Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan
GMKR Gencar Serukan Tiga Target: Jokowi, Gibran, hingga Kapolri Harus Ditindak