Di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa lalu, Presiden Prabowo Subianto berbicara blak-blakan soal pangan. Hadirinnya para kepala daerah se-Papua beserta jajaran KEPP-OKP. Intinya sederhana tapi mendasar: ketahanan pangan tak boleh cuma jadi wacana di tingkat pusat. Itu harus hidup dan bekerja sampai ke pelosok desa.
Menurut Prabowo, swasembada di level nasional saja tidaklah cukup. Itu cuma angka di atas kertas. Yang nyata, setiap provinsi, kabupaten, bahkan desa, harus punya kemampuan memproduksi dan menjamin pangan sendiri. "Ini fondasi utama," tegasnya, "kalau fondasi ini rapuh, bangsa kita bisa goyah."
"Karena itu swasembada pangan menjadi dasar dari transformasi bangsa kita," ujar Prabowo.
Dia melanjutkan dengan nada serius, "Terus terang aja saya kembalikan semuanya atas keyakinan paling mendasar ini. Semua kehidupan manusia, semua peradaban manusia, semua negara yang berdiri ribuan tahun sampai sekarang bisa berdiri, bisa bertahan karena dia aman pangannya."
Argumennya jelas. Bayangkan saat bencana datang gempa, banjir, tanah longsor yang langsung memutus akses logistik dan komunikasi. Daerah yang bergantung pada pasokan dari luar akan langsung kelabakan. Maka, kemandirian pangan lokal bukan lagi sekadar wacana pembangunan, melainkan sebuah kebutuhan darurat.
"Untuk kita aman pangan kita harus swasembada pangan kita harus menjamin produksi pangan kita sendiri," katanya.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral