Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dengan Dua Sertifikasi Internasional
Anak perusahaan PT Telkom Indonesia, Telkom Akses, kembali menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan berstandar global. Perusahaan ini berhasil meraih dua sertifikasi internasional bergengsi sekaligus, yaitu ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Pengakuan dari Lembaga Sertifikasi Terkemuka
Kedua sertifikasi ini resmi diberikan oleh British Standards Institution (BSI) Indonesia. Pemberian sertifikat ini dilakukan setelah BSI menyelesaikan proses audit dan verifikasi independen yang ketat terhadap seluruh sistem manajemen yang berjalan di Telkom Akses.
Penyerahan Sertifikasi dan Pernyataan Komitmen
Secara simbolis, sertifikat diserahkan dan diterima oleh Bambang Sunaryadi, selaku Senior General Manager Quality Management & HSE Telkom Akses. Acara penyerahan berlangsung di Kantor Pusat BSI Indonesia, Jakarta Selatan.
Bambang Sunaryadi menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya sekadar pengakuan formal. "Sertifikasi ISO 27001:2022 dan ISO 37001:2016 merupakan cerminan nyata dari budaya kerja Telkom Akses yang telah mengintegrasikan nilai-nilai keamanan informasi, integritas, dan transparansi dalam setiap operasionalnya," ujarnya.
Dampak dan Manfaat bagi Pelanggan dan Mitra
Dengan standar internasional ini, Telkom Akses memastikan bahwa seluruh jajaran karyawannya berperan aktif dalam menjaga dan memelihara kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan dan mitra bisnis. Pencapaian ini menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya aman dari ancaman siber, tetapi juga bebas dari praktik penyuapan.
Nilai-nilai tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) menjadi fondasi utama yang konsisten diterapkan di semua lini operasional perusahaan. Melalui sertifikasi ganda ini, Telkom Akses semakin memperkokoh posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan di Indonesia. Perusahaan tidak hanya unggul dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki sistem tata kelola dan keamanan yang dapat diandalkan dan dipercaya oleh semua pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
Trump Naikkan Tarif Global AS Jadi 15% Usai Putusan MA
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi