Di sisi lain, Tito tak lupa memberikan apresiasi. Ia menyambut baik inisiatif Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan RAPPP. Soalnya, membangun Papua butuh kerja sama dan keselarasan yang solid antara pusat dan daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bapak Menteri PPN/[Kepala] Bappenas dan tim yang telah bekerja keras menyusun grand design ini,” ucapnya.
Nantinya, dokumen ini juga akan jadi panduan bagi Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Komite inilah yang akan mengawal pelaksanaan pembangunan di tanah Papua.
“Karena itu Bapak Presiden menginginkan ada satu instrumen beliau untuk mengawasi pelaksanaan tugas-tugas program itu jalan [atau] tidak di lapangan,” imbuh Tito.
Pembentukan komite itu, baginya, adalah bukti nyata komitmen pemerintah. Upaya percepatan pembangunan di Papua memang dilakukan lewat berbagai cara. Salah satunya, ya, dengan membentuk Daerah Otonom Baru (DOB) di wilayah tersebut.
Acara peluncuran itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Tampak hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, para kepala daerah se-Papua, serta perwakilan dari Komite Eksekutif dan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP).
Artikel Terkait
Antrean Kendaraan Mulai Mengular di Bakauheni Jelang Puncak Arus Balik Lebaran
Semifinal Lomba Domino IKATSI Unhas Berlangsung Sengit di Unhas Hotel
Harga Emas Batangan di Pegadaian Masih Stabil di Awal Pekan
Hiu Penjemur Raksasa Muncul di Perairan Dekat Pelabuhan Makassar