Ramadan 2026 Diperkirakan Awal Februari, Muhammadiyah dan Pemerintah Beri Tanggal Berbeda

- Minggu, 01 Februari 2026 | 13:45 WIB
Ramadan 2026 Diperkirakan Awal Februari, Muhammadiyah dan Pemerintah Beri Tanggal Berbeda

Bulan Ramadan 1447 Hijriah sudah tak lama lagi. Rasanya baru kemarin kita merayakan Idul Fitri, tapi kini pertanyaan "Ramadan 2026 kurang berapa hari lagi?" mulai ramai dicari. Wajar saja, persiapan menyambut bulan suci ini memang butuh waktu mulai dari persiapan batin, rencana berkumpul keluarga, hingga mengatur cuti untuk mudik lebaran.

Nah, untuk tahun 2026 ini, kapan sebenarnya puasa dimulai? Ternyata, ada dua versi yang beredar: versi Muhammadiyah dan versi pemerintah. Meski keduanya punya dasar perhitungannya masing-masing, selisihnya tak terlalu jauh.

Kepastian dari Muhammadiyah

Muhammadiyah sudah punya kepastian. Lewat Maklumat Pimpinan Pusatnya, mereka menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Penetapan ini bukan asal-asalan.

Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, pakar ilmu falak dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, membeberkan bahwa sebelumnya tanggal di kalender cetak mereka adalah Kamis, 19 Februari. Namun, setelah kajian ulang yang cukup mendalam dan diskusi dengan ahli teknologi informasi, dilakukan koreksi.

"Koreksi dilakukan setelah melalui kajian ilmiah yang mendalam dan diskusi intensif," begitu penjelasan resmi yang dirilis ke publik pada 23 Juli 2025 silam. Hasilnya, awal puasa dimajukan satu hari menjadi 18 Februari 2026.

Bagaimana dengan Pemerintah?

Di sisi lain, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan keputusan resmi. Semuanya masih menunggu Sidang Isbat yang rencananya digelar pada 17 Februari 2026, atau bertepatan dengan 29 Syakban. Sidang inilah yang nantinya akan memutuskan secara resmi kapan Ramadan dimulai.

Meski begitu, kalender resmi 2026 dari Kementerian Agama memberi perkiraan. Berdasarkan kriteria MABIMS yang dipakai bersama Brunei, Malaysia, dan Singapura 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jadi, ada selisih satu hari dengan versi Muhammadiyah. Kepastian akhirnya, ya, tunggu hasil sidang isbat nanti.

Lantas, Tinggal Berapa Hari Lagi?

Kalau kita hitung dari awal Februari 2026, jaraknya sudah sangat dekat. Kurang lebih tinggal 17 sampai 18 hari lagi. Atau dengan kata lain, sekitar dua minggu lebih. Waktunya memang mepet untuk menyelesaikan segala persiapan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan selalu dinanti. Bulan ini bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga maghrib. Lebih dari itu, Ramadan adalah momen untuk melatih kesabaran, mengendalikan diri, dan meningkatkan kepekaan sosial. Di tengarai kondisi ekonomi yang kerap tak menentu, nilai-nilai semacam ini justru semakin relevan.

Diharapkan, Ramadan 2026 nanti bisa membawa dampak positif, bukan hanya bagi kehidupan pribadi masing-masing, tapi juga bagi keharmonisan sosial di sekitar kita. Semoga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar