Soalnya, ini bukan lagi perdebatan soal asli atau palsunya ijazah tersebut. Tim Riset Rakyat untuk Transparansi (RRT) sudah menyelesaikan pembuktian secara ilmiah. Persoalannya sekarang bergeser.
Ini adalah perang konsistensi.
Di satu sisi, RRT tetap teguh pada temuan penelitiannya. Di sisi lain, Jokowi pun konsisten dengan kebohongannya.
Dia seolah lupa, ijazah bukanlah dokumen yang berdiri sendiri. Ada transkrip nilai yang amburadul, skripsi yang tiba-tiba muncul dengan tahun 2108, aktivitas KKN yang dilakukan dua kali, dan kartu registrasi yang justru mencantumkan program Sarjana Muda, bukan Sarjana. Belum lagi lebih dari 700 dokumen lain yang disita Polda dari UGM. Semua ini saling berkait.
Bagi saya, dr. Tifa, semua bahan itu justru menjadi bahan bakar. Tanda bahwa penelitian kami tidak akan berhenti di sini. Akan terus berlanjut.
(@DokterTifa)
Artikel Terkait
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman
Dokumen Epstein Ungkap Transaksi Properti Trump dan Kaitan dengan Pengusaha Indonesia