Di tengah sorotan soal kerusakan hutan, anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, justru tampil membela Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurutnya, sang menteri seolah hanya "kebagian cuci piring" dari masalah yang sudah mengakar lama.
"Pak Menteri ini cuci piring, makanya saya bela," tegas Firman di Gedung DPR, Jakarta, Kamis lalu.
Dia melanjutkan, "Makanya waktu diminta tobat nasuha saya bela. Soalnya, kejadian perusakan hutan ini bukan cuma satu atau dua tahun. Setelah reformasi, hutan kita sudah hancur."
Poinnya jelas: Firman menilai Raja Juli tak bisa disalahkan secara sepihak. Kerusakan ekologis itu, ungkapnya, terjadi jauh sebelum menteri sekarang memegang jabatan. Masalahnya sudah menumpuk bertahun-tahun.
Tak cuma itu, Firman juga menyoroti kebijakan lain yang dia anggap bermasalah. "Hentikan reforma agraria," serunya. Menurut politisi itu, kebijakan ini turut andil merusak kawasan hutan dan memicu risiko bencana yang lebih besar.
Dia lalu bercerita tentang pengalaman pribadinya, menggambarkan betapa rapuhnya kondisi alam di beberapa daerah. Rasa was-was itu bahkan kerap menghantui. "Saya miris, pak. Jangankan yang di Sumatera, kami yang duduk di ruangan ini kadang takut waktu lewat Puncak. Takut ada tanah longsor, atau jalan tiba-tiba putus seperti di Aceh," ujarnya.
Nah, terkait Aceh dan daerah lain yang baru saja dilanda bencana, Firman melihatnya sebagai alarm peringatan keras. Semua pihak harus fokus pada penyelamatan lingkungan. Yang dia sesalkan, di tengah situasi krisis seperti sekarang, masih saja ada aktivitas pengangkutan kayu meski punya izin resmi.
"Dalam situasi bencana sedemikian rupa, masih ada yang mengangkut kayu. Saya minta kepada pak menteri untuk menindak tegas. Kalau perlu, cabut izinnya," tegas Firman.
Dia menambahkan dengan nada kesal, "Itu sense of crisis-nya nol. Bisa dibilang, itu pelecehan kepada negara dan tentu saja kepada rakyat yang sedang berduka di Sumbar, Sumut, dan Aceh."
Artikel Terkait
RSUD Bekasi Data 53 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Tiga Tewas
KAI Hentikan Sementara Seluruh Perjalanan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Demi Evakuasi Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Tewaskan Lima Orang, Pengamat Desak Audit Manajemen KAI
Manchester United Menang 2-1 atas Brentford, Carrick Ungkap Cedera Pinggang Jadi Alasan Absennya Matheus Cunha