Sudah delapan puluh tahun kita merdeka. Justru yang terjadi, gunung-gunung itu malah dibabat. Sungai berubah jadi selokan raksasa, sementara utang negara menumpuk bagai bukit. Infrastruktur? Dibangun asal-asalan, lalu ambruk tak lama kemudian.
Nah, ini yang perlu dicatat. Salahnya bukan lagi pada penjajah zaman dulu. Bukan. Kerusakan yang kita saksikan sekarang adalah ulah tangan-tangan serakah di masa kini.
Menurut sejumlah saksi dan laporan, hutan-hutan diperjualbelikan. Tambang digali begitu dalam sampai seolah perut bumi terkoyak. Laut pun tak luput, dikeruk habis-habisan sampai banyak nelayan kehilangan mata pencaharian, bahkan nyawa.
Di sisi lain, rakyat kecil terus diiming-imingi kata sabar dan ikhlas. Sementara itu, segelintir orang lain berdasi rapi, duduk empuk di kursi nyaman. Mereka kenyang, tapi dari penderitaan bangsanya sendiri.
Artikel Terkait
Praktisi Hukum: Langkah Prabowo Gabung Dewan Trump Bisa Langgar Konstitusi
Hari Keenam Pasca-Longsor Cisarua, 41 Korban Berhasil Diidentifikasi
Markas Ormas di Medan Digerebek, Ternyata Sarang Judi Dingdong
Tanah Bergerak di Aceh Tengah, Jalan Utama dan Permukiman Warga Terancam