"Dengar saya baik-baik. Tiga setengah abad lamanya Belanda menjajah negeri ini. Tapi, coba lihat, gunung-gunung kita tak pernah digunduli seganas sekarang. Sungai-sungai pun tak pernah diracuni sekeji ini."
Sudah delapan puluh tahun kita merdeka. Justru yang terjadi, gunung-gunung itu malah dibabat. Sungai berubah jadi selokan raksasa, sementara utang negara menumpuk bagai bukit. Infrastruktur? Dibangun asal-asalan, lalu ambruk tak lama kemudian.
Nah, ini yang perlu dicatat. Salahnya bukan lagi pada penjajah zaman dulu. Bukan. Kerusakan yang kita saksikan sekarang adalah ulah tangan-tangan serakah di masa kini.
Menurut sejumlah saksi dan laporan, hutan-hutan diperjualbelikan. Tambang digali begitu dalam sampai seolah perut bumi terkoyak. Laut pun tak luput, dikeruk habis-habisan sampai banyak nelayan kehilangan mata pencaharian, bahkan nyawa.
Di sisi lain, rakyat kecil terus diiming-imingi kata sabar dan ikhlas. Sementara itu, segelintir orang lain berdasi rapi, duduk empuk di kursi nyaman. Mereka kenyang, tapi dari penderitaan bangsanya sendiri.
Jadi, janganlah berteriak-teriak soal nasionalisme kalau Anda sendiri sedang menelanjangi negeri ini. Lalu, jangan tanya lagi siapa penjajah sebenarnya. Penjajah itu bukan Belanda.
Penjajah yang sesungguhnya adalah para pengkhianat. Mereka bersembunyi di balik jabatan mentereng, lalu memakan bangsa sendiri. Terima kasih.
[VIDEO]
Kutipan dari sebuah unggahan media sosial: "Kita dijajah 350 tahun. Kita merdeka 80 tahun, tapi keadaan justru lebih mengerikan daripada saat dijajah." Unggahan tersebut disertai dengan video pendek.
Artikel Terkait
Jalan Sidrap-Soppeng Semakin Rusak, Genangan Air Sembunyikan Lubang Berbahaya
Polemik Ikan Sapu-Sapu di Sungai Sa’dan: Pemda Toraja Utara Belum Temukan Bukti, Ahli Dorong Pendekatan Lingkungan
Anggota DPR: Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Dinilai Abaikan Hak Konstitusional
Polisi Tangkap Empat Pemuda Dalang Aksi Brutal Geng Motor di Makassar