Menjelang Ramadan dan Lebaran, pemerintah langsung bergerak. Mereka menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis lalu. Tujuannya jelas: mengantisipasi lonjakan harga dan menyiapkan stimulus ekonomi untuk masyarakat.
Rapat yang melibatkan sejumlah menteri dan pejabat tinggi ini berfokus pada pengendalian inflasi. Mereka ingin angka inflasi tetap sesuai target yang sudah ditetapkan dalam APBN, meski di tengah momen permintaan yang biasanya melonjak.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, fokus utamanya adalah memastikan pasokan pangan lancar ke semua wilayah.
"Kami mengarahkan agar ketersediaan beras dan komoditas strategis lain benar-benar terjamin," ujarnya.
"Harapannya, stok aman dan harganya tetap terjangkau buat masyarakat," lanjut Teddy.
Namun begitu, rapat itu tidak cuma membahas stabilitas harga. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah bantuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi selama bulan suci dan mudik Lebaran.
Stimulusnya beragam bentuknya. Mulai dari bantuan sosial pangan, sampai diskon untuk tiket transportasi.
"Nanti ada diskon untuk tiket pesawat, kereta, kapal laut, dan bus. Tarif jalan tol juga akan diatur," jelas Teddy.
Dia menambahkan, langkah-langkah kolaboratif ini diambil seiring tren inflasi yang mulai melandai. Upaya bersama ini diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat dan membuat aktivitas selama Lebaran berjalan lebih lancar.
Rapat koordinasi itu sendiri dihadiri banyak wajah-wajah penting. Tampak hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Mendagri Tito Karnavian. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga hadir.
Tak ketinggalan, Menkretneg Prasetyo Hadi, Kepala BP BUMN Donny Oskaria, hingga Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri PU Dody Hanggodo turut memenuhi undangan rapat. Pertemuan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal perekonomian di momen krusial mendatang.
Artikel Terkait
Belgia vs Mesir Imbang 1-1, Rudi Garcia Akui Laga Perdana Piala Dunia Selalu Berat
Konflik Asmara Tak Direstui, Pacar Anak Rencanakan Penculikan Kakek di Pantai Indah Kapuk
Pemerintah Pastikan Perlindungan bagi TKW Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berstatus Nonprosedural
MK Targetkan Putusan Gugatan Makan Bergizi Gratis pada Juli 2026, Batasi Jumlah Ahli di Sidang