Paket Pernikahan Murah Berujung Tipu Ponzi, Kerugian Korban Tembus Rp 11,5 Miliar

- Minggu, 14 Desember 2025 | 08:12 WIB
Paket Pernikahan Murah Berujung Tipu Ponzi, Kerugian Korban Tembus Rp 11,5 Miliar

Promo harga murah dengan segudang fasilitas. Itulah umpan utama yang dipasang Ayu Puspita dan Dimas untuk menjaring korban. Modusnya? Wedding organizer abal-abal. Dengan tawaran yang sulit ditolak itu, banyak calon pengantin yang akhirnya terjebak.

Tak cuma harga miring, bonus-bonus menggiurkan juga digelontorkan. Paket bulan madu, misalnya. Siapa sih yang nggak tergoda? Menurut penyelidikan, cara-cara seperti inilah yang membuat jasa mereka laris manis sebelum semuanya terbongkar.

Kombes Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, membeberkan trik mereka dalam jumpa pers Sabtu (13/12) lalu.

“Dari paket murah tadi, mereka tawarkan fasilitas lain yang wah,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

“Tempat pernikahan yang fantastis, terus paket liburan ke sejumlah lokasi. Ke Bali contohnya, lengkap dengan paket wisata dan honeymoon. Nah, itu yang bikin calon korban tertarik dan akhirnya memakai jasa tersangka.”

Modus ‘Gali Lubang Tutup Lubang’ yang Akhirnya Jebol

Polisi menduga kuat skema yang dipakai keduanya adalah Ponzi klasik. Iman menyebutnya dengan istilah yang lebih gamblang: sistem gali lubang tutup lubang.

“Memang ada indikasi skema Ponzi dalam bisnis mereka ini,” tegas Iman.

“Caranya, uang dari pendaftar baru dipakai untuk menutupi biaya pernikahan pendaftar lama. Begitu seterusnya berputar.”

Namun begitu, skema itu jelas tak bisa bertahan selamanya. Pada akhirnya, mereka kelabakan dan tak sanggup lagi membiayai acara pernikahan para korban yang sudah mendaftar.

Upaya Pengembalian Kerugian Korban

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk membantu korban? Iman menyatakan pihaknya akan berusaha maksimal mengupayakan ganti rugi. Langkah pertama adalah menelusuri aset milik Ayu Puspita.

“Kami akan maksimalkan penelusuran aset. Tentu harapannya, ada pengembalian kerugian untuk para korban,” jelas Iman.

“Kami sebagai penegak hukum akan berupaya memberikan yang terbaik bagi korban, sembari tetap menjaga hak-hak para tersangka.”

Kerugiannya tidak main-main. Dari 8 laporan polisi dan 199 aduan yang masuk, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 11,5 miliar. Angka yang fantastis.

Uang Hasil Tipuan Buat Cicilan Rumah dan Jalan-Jalan

Lantas, untuk apa uang sebanyak itu dihabiskan? Polisi mengungkap motifnya cukup sederhana: memenuhi gaya hidup. Uang hasil penipuan itu dipakai untuk kepentingan pribadi kedua tersangka.

“Keuntungan dari perbuatan mereka digunakan untuk bayar cicilan rumah, jalan-jalan ke luar negeri, dan kebutuhan pribadi lainnya,” papar Iman.

Sayangnya, Iman tak merinci lebih jauh destinasi mana saja yang sudah disambangi Ayu dan Dimas dengan uang panas tersebut. Yang jelas, pesta itu kini sudah berakhir. Keduanya harus berhadapan dengan hukum.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar