Pertemuan OJK-MSCI Tak Terganggu Meski Dirut BEI Mundur

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:55 WIB
Pertemuan OJK-MSCI Tak Terganggu Meski Dirut BEI Mundur

Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan depan bakal tetap jalan. Kabar ini menepis kekhawatiran bahwa pengunduran diri Iman Rachman dari posisi Dirut BEI bakal mengganggu jadwal penting itu.

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menegaskan hal tersebut. Menurutnya, pertemuan yang diagendakan Senin nanti akan dihadiri oleh jajaran Direksi BEI, termasuk pelaksana tugas sementara yang akan ditunjuk.

"Yang hari Senin itu pasti kita jalankan, bersama Direksi BEI. Nanti juga akan ada Plt.-nya," ujar Inarno dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat lalu.

Ia menjelaskan, proses pencarian direktur utama yang baru masih berlangsung. Sementara itu, untuk menjaga roda operasional dan pengambilan keputusan strategis, seorang Plt. akan diangkat. Soal siapa yang akan mengisi posisi sementara ini, Inarno menyebut sudah ada aturan mainnya.

"Penunjukannya mengikuti AD/ART perusahaan. Nanti Board of Director BEI yang menunjuk, dan itu akan berasal dari jajaran direksi yang masih aktif," tambahnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Pengunduran diri Iman Rachman ini bukan tanpa sebab. Aksi itu muncul setelah IHSG anjlok 8% dalam dua hari. Pasar saham kita seperti diguncang badai.

Pemicunya adalah rilis MSCI yang kurang baik. Lembaga indeks global itu menilai transparansi data kepemilikan saham di Indonesia masih bermasalah. Alhasil, mereka memutuskan untuk membekukan sementara proses rebalancing untuk saham-saham Indonesia mulai Februari hingga Mei 2026. Artinya, tak ada saham baru dari Indonesia yang akan masuk dalam indeks MSCI untuk sementara waktu.

Nah, dalam situasi seperti inilah pertemuan pekan depan jadi sangat krusial. OJK dan BEI jelas punya pekerjaan rumah yang berat untuk meyakinkan mitra global mereka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar