Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan depan bakal tetap jalan. Kabar ini menepis kekhawatiran bahwa pengunduran diri Iman Rachman dari posisi Dirut BEI bakal mengganggu jadwal penting itu.
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menegaskan hal tersebut. Menurutnya, pertemuan yang diagendakan Senin nanti akan dihadiri oleh jajaran Direksi BEI, termasuk pelaksana tugas sementara yang akan ditunjuk.
"Yang hari Senin itu pasti kita jalankan, bersama Direksi BEI. Nanti juga akan ada Plt.-nya," ujar Inarno dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat lalu.
Ia menjelaskan, proses pencarian direktur utama yang baru masih berlangsung. Sementara itu, untuk menjaga roda operasional dan pengambilan keputusan strategis, seorang Plt. akan diangkat. Soal siapa yang akan mengisi posisi sementara ini, Inarno menyebut sudah ada aturan mainnya.
"Penunjukannya mengikuti AD/ART perusahaan. Nanti Board of Director BEI yang menunjuk, dan itu akan berasal dari jajaran direksi yang masih aktif," tambahnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Pengunduran diri Iman Rachman ini bukan tanpa sebab. Aksi itu muncul setelah IHSG anjlok 8% dalam dua hari. Pasar saham kita seperti diguncang badai.
Pemicunya adalah rilis MSCI yang kurang baik. Lembaga indeks global itu menilai transparansi data kepemilikan saham di Indonesia masih bermasalah. Alhasil, mereka memutuskan untuk membekukan sementara proses rebalancing untuk saham-saham Indonesia mulai Februari hingga Mei 2026. Artinya, tak ada saham baru dari Indonesia yang akan masuk dalam indeks MSCI untuk sementara waktu.
Nah, dalam situasi seperti inilah pertemuan pekan depan jadi sangat krusial. OJK dan BEI jelas punya pekerjaan rumah yang berat untuk meyakinkan mitra global mereka.
Artikel Terkait
Danantara Klaim Pertemuan dengan 122 Investor AS Pulihkan Kepercayaan Pasar Global terhadap Ekonomi Indonesia
Kesepakatan AS-Iran Redakan Ketegangan Global, Bitcoin Tembus 65.900 Dolar AS
Sepuluh Saham Ini Catat Pertumbuhan Investor Tertinggi di Tengah IHSG Terkoreksi 11,92 Persen pada Mei 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk Raup Rp498 Miliar dari Private Placement, Dua Investor Institusi Masuk