Trump Konfirmasi Kesepakatan Damai dengan Iran, Selat Hormuz akan Dibuka Penuh Akhir Pekan Ini

- Selasa, 16 Juni 2026 | 01:10 WIB
Trump Konfirmasi Kesepakatan Damai dengan Iran, Selat Hormuz akan Dibuka Penuh Akhir Pekan Ini

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah resmi ditandatangani dan Selat Hormuz akan kembali beroperasi penuh pada akhir pekan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di hadapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di sela-sela pertemuan di Evian-Les-Bains, Prancis, Selasa waktu setempat.

“Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani,” ujar Trump dalam pernyataannya. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut apakah pihak Iran turut membubuhkan tanda tangan pada dokumen yang sama. Trump hanya menambahkan bahwa Selat Hormuz saat ini telah sebagian dibuka dan akan sepenuhnya dapat dilalui pada Jumat mendatang. “Jalur air tersebut akan sepenuhnya dibuka pada hari Jumat,” tegasnya.

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin (15/6). Sharif menyatakan bahwa Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan pertempuran secara segera dan permanen di semua front, termasuk di Lebanon. Trump kemudian mengonfirmasi kabar tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social, seraya mengumumkan pencabutan blokade laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump. Ia juga memberi isyarat dimulainya kembali lalu lintas maritim dan pengiriman energi melalui jalur perairan strategis itu. “Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” cuitnya.

Sementara itu, konflik antara Iran dan Amerika Serikat meletus pada akhir Februari lalu, dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan damai ini menjadi titik balik setelah berbulan-bulan ketegangan militer yang mengancam stabilitas kawasan dan pasokan energi global.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar