Pagi itu di Flyover Ciputat, suasana tiba-tiba berubah mencekam. Sebuah truk tronton bermuatan baja, tanpa peringatan, mulai meluncur mundur. Imron Rosadi (43) dan istrinya, Rabi (38), yang sedang melintas dengan motor, nyaris saja menjadi korban. Mereka benar-benar cuma selangkah lagi dari maut.
Menurut Imron, kejadiannya sekitar pukul sembilan lewat seperempat pagi. Mereka berdua sedang dalam perjalanan ke Ciapus, Bogor, untuk berziarah. Saat mendekati tanjakan flyover, ia melihat ada dua truk tronton di depan.
"Awalnya pas mau naik Flyover Ciputat itu saya kira ada kecelakaan tronton dua itu,"
kata Imron, menceritakan detik-detik panik itu.
Ada firasat tidak enak. Imron pun langsung mengambil jarak, minggir ke kiri sekitar 200 meter di belakang truk itu. Tapi siapa sangka, justru di situlah malapetaka datang. Truk yang bermuatan berat itu tiba-tiba bergerak mundur. Ban depannya terlihat mengarah ke kiri semua.
"Nggak berapa lama truk itu mundur, sempat berhenti lalu langsung patah ke kiri," jelasnya lagi.
Truk terus meluncur mundur, mendekat dengan cepat. Naluri menyelamatkan diri langsung bekerja. Imron dan istrinya spontan loncat dari motor dan memanjat naik ke pembatas jalan. Hanya beberapa detik setelah mereka naik, pantat truk yang besar itu menghantam dan menghimpit motor mereka ke guard rail. Suara benturannya keras.
"Saya langsung angkat kaki kanan saya langsung naik ke pembatas itu. Saya tengok istri saya juga, saya suruh naik ke atas. Setelah itu langsung (truk) menghantam motor,"
kenang Imron, masih terdengar sesak.
Setelah truk benar-benar berhenti, mereka turun dengan hati-hati. Caranya? Melompat ke atas kap truk itu sendiri, lalu turun ke jalan raya. "Saya suruh istri saya lompat ke mobil ke atas. Saya suruh lompat ke jalan, habis itu saya lompat ke jalan," tuturnya.
Sopir Terjebak di Dalam Kabin
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi hingga truk bisa mundur seperti itu? Ternyata, ini berawal dari tabrakan di flyover. Dua truk tronton berjalan beriringan membawa muatan baja. Truk di depan tiba-tiba mogok, dan ditabrak dari belakang oleh truk kedua. Tabrakan itu begitu keras hingga sopir truk yang menabrak terjepit di dalam kabin kemudinya.
"Sopir tronton kejepit dan sudah dievakuasi,"
kata Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengonfirmasi.
Nah, usai tabrakan itulah, truk kedua ini malah berjalan mundur. Kebetulan sekali, di belakangnya ada Imron dan istrinya. Menurut Bambang, kewaspadaan sang suami yang menyelamatkan nyawa mereka berdua.
"Dia melihat truk itu tiba-tiba mundur lurus ke belakang, kemudian dia dan istrinya loncat dari motor, sehingga selamat," imbuhnya.
Truk baru berhenti setelah roda belakangnya menabrak pembatas jalan. Posisinya akhirnya melintang, memblokir jalur Flyover Ciputat yang mengarah ke Parung. Lalu lintas pun langsung kacau. Kejadian pagi itu meninggalkan bekas yang dalam, bukan hanya pada body motor yang hancur, tapi juga di ingatan kedua saksi yang nyaris menjadi korban.
Artikel Terkait
Masjid di Tepi Barat Dibakar, Slogan Rasis Dicorat-coret Pemukim Israel
Gaikindo Gelar Pameran Kendaraan Komersial Terbesar GIICOMVEC 2026 di Jakarta
Anggaran KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun untuk Lebih dari Satu Juta Mahasiswa
Warga Gunung Anyar Harapan Keluhkan Akses Kumuh Jelang Lebaran