Kudus Heboh, Ratusan Siswa Keracunan Menu Bergizi dari Sekolah

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:40 WIB
Kudus Heboh, Ratusan Siswa Keracunan Menu Bergizi dari Sekolah

Ironi yang Menyakitkan: Es Gabus Tak Beracun, Pedagangnya Dipukuli. Ratusan Siswa Keracunan MBG, Kok Sepi Tindakan?

Kejadiannya berawal Rabu siang lalu. Gejala bermunculan, dimulai dari para guru. Perut mules, diare, lalu diikuti siswa-siswa yang mengeluh pusing dan mual. Sekolah yang awalnya tenang berubah jadi riuh rendah keluhan.

Mustiko Wibowo, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus, mengkonfirmasi angka korban yang terus bertambah.

"Sampai Kamis ini, data terbaru kami menunjukkan 118 siswa harus dirawat di tujuh rumah sakit berbeda," ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Dwiyana, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, mencoba merunut kronologinya. Menurut penuturannya, makanan MBG kiriman dari SPPG Purwosari tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Menunya soto ayam suwir dengan tempe dan tauge. Tak lama setelah disantap, masalah mulai datang.

"Guru yang pertama merasakan. Laporan siswa berdatangan setelahnya. Dari total 1.178 siswa, sekitar 600-an mengeluhkan gejala serupa," jelas Dwiyana.

Kebanyakan memilih pulang dan dirawat di rumah. Tapi kondisi sebagian lain memburuk, memaksa sekolah menelepon ambulans. Puskesmas dan Dinas Kesehatan turun tangan, mendata korban kelas per kelas. Angkanya bervariasi; ada kelas yang 35 siswanya sakit, ada yang 20.

Pihak sekolah sudah memanggil penyedia catering, SPPG Purwosari, untuk dimintai klarifikasi. Pertanyaan besarnya kini: apa yang salah dengan makanan itu? Dan bagaimana bisa kejadian serupa terulang?

Yang jelas, suasana di Kudus masih tegang. Orangtua siswa cemas, rumah sakit ramai, dan sebuah program bergizi justru berakhir dengan petaka.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler