Bencana Sumut: Korban Tewas Capai 343 Jiwa, Distribusi Logistik Dipercepat

- Minggu, 14 Desember 2025 | 01:25 WIB
Bencana Sumut: Korban Tewas Capai 343 Jiwa, Distribusi Logistik Dipercepat

MEDAN Upaya mendistribusikan logistik bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara kian digenjot. Bencana yang melanda beberapa wilayah ini dampaknya memang luar biasa besar, sehingga respons yang cepat mutlak diperlukan.

Angka korban jiwa terus bertambah. Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, korban meninggal telah mencapai 343 jiwa. Belum lagi 98 orang yang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, puluhan ribu warga tepatnya 53.523 orang terpaksa mengungsi dan tersebar di 87 titik pengungsian.

“Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah dengan titik pengungsian terbanyak, masing-masing 17 titik di Kecamatan Tukka dan 21 titik di Kecamatan Sitahuis,”

kata Aam, begitu ia biasa disapa, dalam keterangan tertulisnya Sabtu lalu.

Dinamika di lapangan ternyata masih terus berlangsung. Jumlah pengungsi di Tapanuli Tengah dilaporkan turun 4.717 jiwa. Namun di sisi lain, Kabupaten Langkat justru mengalami lonjakan yang signifikan, dengan penambahan lebih dari 12 ribu pengungsi.

Menyikapi kebutuhan yang mendesak ini, kiriman bantuan lewat udara dan darat terus digelontorkan. Posko Logistik Silangit baru saja mengirim tambahan 8.788 kilogram bantuan ke sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, hingga perbatasan Aceh. Isinya beragam, mulai dari beras, gula, air mineral, sampai pakaian dan perangkat komunikasi.

Dengan kiriman terbaru itu, total logistik yang sudah disalurkan mencapai 7,296 ton. Mayoritas memang berupa bahan pangan, yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga di Tapanuli Tengah dan Barus.

Di tengah proses distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur perlahan mulai terlihat. Kabar baiknya, jaringan listrik di Sumut sudah pulih 97 persen. Kota Sibolga bahkan dikabarkan sudah normal sepenuhnya. Tapi, jangan senang dulu. Beberapa daerah seperti Tapanuli Tengah, Utara, dan Selatan masih butuh perbaikan lebih cepat. Pasokan BBM aman, tapi soal gas elpiji dan air bersih, beberapa kawasan masih kesulitan.

Untuk mengantisipasi bencana susulan, pemerintah juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca. Hingga Jumat kemarin, dua pesawat sudah melakukan 25 sorti dengan menyemai lebih dari 21 ribu kilogram bahan. Upaya ini diharapkan bisa menekan potensi hujan ekstrem.

BNPB sendiri sudah menyiapkan dokumen untuk pembangunan Hunian Sementara di beberapa kabupaten terdampak. Namun, rencana relokasi 67 rumah di Desa Sape Tua, Humbang Hasundutan, masih terhambat status lahannya.

Distribusi lewat udara difokuskan ke wilayah terpencil seperti Barus. Tapi cuaca buruk seringkali memaksa penundaan. Jalur darat pun tetap jadi andalan, dengan Pinangsouri menjadi titik penerima bantuan terbanyak.

Di sektor komunikasi, pemulihan juga berjalan. Kementerian Kominfo melaporkan 743 BTS sudah beroperasi kembali. Pemulihan di Sumut hampir mencapai 97 persen, sementara di Aceh masih sekitar sepertiganya.

Di balik semua upaya ini, BNPB kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Potensi banjir susulan dan longsor masih mengintai. Warga diminta menjauhi bantaran sungai dan lereng curam, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan bersama, kata mereka, adalah yang utama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar