Jumat lalu, di Ruang Sarulla Gedung Kementerian ESDM, suasana terasa optimis. Menteri Bahlil Lahadalia tampil untuk memastikan satu hal: pasokan energi untuk Natal dan Tahun Baru mendatang aman terkendali. Ia secara khusus menyoroti kerja keras Pertamina dan jajaran sektor ESDM dalam mempersiapkan momen penting tersebut.
Menurut Bahlil, fokus utama ada pada empat poin krusial. Dua di antaranya adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dan dari data yang ada, situasinya cukup menggembirakan.
Untuk BBM, stok nasional berada di atas ambang cadangan minimum. Pertalite, misalnya, cadangannya mencapai 19 hari. Pertamax RON92 bahkan lebih dari 23 hari. Yang paling tinggi adalah Pertamax Green RON95, yang stoknya melampaui 31 hari. Di sisi lain, untuk Solar subsidi cadangannya 15 hari, sementara yang non-subsidi di atas 25 hari. Avtur pun tercatat aman dengan cadangan 29 hari.
“Untuk BBM Subsidi maupun Non-Subsidi, semuanya berada di atas level cadangan nasional. Hal ini menunjukkan kerja apik dari tim dalam hal ini Pertamina, BPH Migas, maupun dari ESDM,” tegas Bahlil.
Ia melanjutkan dengan nada meyakinkan, “Artinya dari sisi stok BBM, cadangan nasional untuk menjalankan Natal akan aman. Jadi kepada saudara-saudara kita yang mau Natal, jangan ada pikiran dan kekhawatiran tentang stok BBM. Dipastikan ketersediaan BBM dan LPG clear semua aman, tidak ada masalah.”
Lalu bagaimana dengan LPG? Sampai saat ini, cadangan nasionalnya tercatat 12,17 hari. Untuk daerah seperti Maluku dan Papua yang masih bergantung pada minyak tanah, kuota pengirimannya sudah ditingkatkan. Memang, di daerah bencana seperti Aceh, kondisinya sudah membaik meski masih ada kendala akses di lokasi-lokasi terpencil.
Artikel Terkait
OJK Rancang Aturan Permodalan Baru untuk Perkuat BPR/S
Prabowo Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas dalam Perjanjian Dagang dengan AS
Kolev Sarankan Herdman Utamakan Pemain Lokal di FIFA Series Jakarta
Puncak Arus Balik Lebaran di Lingkar Gentong Diprediksi H+2 dan H+3