Bahlil Pastikan Stok BBM dan LPG Aman untuk Perayaan Nataru

- Minggu, 21 Desember 2025 | 22:00 WIB
Bahlil Pastikan Stok BBM dan LPG Aman untuk Perayaan Nataru

Jumat lalu, di Ruang Sarulla Gedung Kementerian ESDM, suasana terasa optimis. Menteri Bahlil Lahadalia tampil untuk memastikan satu hal: pasokan energi untuk Natal dan Tahun Baru mendatang aman terkendali. Ia secara khusus menyoroti kerja keras Pertamina dan jajaran sektor ESDM dalam mempersiapkan momen penting tersebut.

Menurut Bahlil, fokus utama ada pada empat poin krusial. Dua di antaranya adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dan dari data yang ada, situasinya cukup menggembirakan.

Untuk BBM, stok nasional berada di atas ambang cadangan minimum. Pertalite, misalnya, cadangannya mencapai 19 hari. Pertamax RON92 bahkan lebih dari 23 hari. Yang paling tinggi adalah Pertamax Green RON95, yang stoknya melampaui 31 hari. Di sisi lain, untuk Solar subsidi cadangannya 15 hari, sementara yang non-subsidi di atas 25 hari. Avtur pun tercatat aman dengan cadangan 29 hari.

“Untuk BBM Subsidi maupun Non-Subsidi, semuanya berada di atas level cadangan nasional. Hal ini menunjukkan kerja apik dari tim dalam hal ini Pertamina, BPH Migas, maupun dari ESDM,” tegas Bahlil.

Ia melanjutkan dengan nada meyakinkan, “Artinya dari sisi stok BBM, cadangan nasional untuk menjalankan Natal akan aman. Jadi kepada saudara-saudara kita yang mau Natal, jangan ada pikiran dan kekhawatiran tentang stok BBM. Dipastikan ketersediaan BBM dan LPG clear semua aman, tidak ada masalah.”

Lalu bagaimana dengan LPG? Sampai saat ini, cadangan nasionalnya tercatat 12,17 hari. Untuk daerah seperti Maluku dan Papua yang masih bergantung pada minyak tanah, kuota pengirimannya sudah ditingkatkan. Memang, di daerah bencana seperti Aceh, kondisinya sudah membaik meski masih ada kendala akses di lokasi-lokasi terpencil.

“Semua upaya ini dilakukan, dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, sehingga di Masa Nataru ini, bisa membawa kedamaian bagi mereka yang merayakan,” harap Bahlil.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memaparkan langkah-langkah teknis yang disiapkan. Pertamina tak hanya mengandalkan stok. Mereka menghadirkan layanan khusus, termasuk pengantaran BBM dan LPG menggunakan motor di titik-titik strategis. Bahkan, ada armada tangki yang disiagakan penuh di SPBU.

“Pertamina juga memiliki layanan-layanan lain, untuk masyarakat yang akan melaksakana aktivitas di periode Nataru, di antaranya adalah Serambi MyPertamina, yang tersedia di beberapa titik SPBU, sehingga para pengemudi bisa mampir untuk istirahat ataupun menikmati layanan lainnya,” kata Simon.

Sebenarnya, persiapan ini sudah dimulai sejak pertengahan November lalu. Satuan Tugas Nataru Pertamia telah diaktifkan dari 13 November 2025 dan akan beroperasi hingga pertengahan Januari 2026. Ini adalah bentuk komitmen mereka untuk melayani di momen liburan panjang.

Di balik semua persiapan operasional ini, Pertamina juga terus menggaungkan komitmennya pada transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. Prinsip-prinsip ESG dijalankan dalam setiap lini bisnisnya, beriringan dengan upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Intinya, mereka ingin memastikan pasokan energi hari ini, tanpa mengabaikan tanggung jawab untuk masa depan.

Komentar