"Kami melihat banyak peluang yang belum tergarap maksimal," begitu kira-kira salah satu poin yang mengemuka.
Agenda kemudian berlanjut. Pertemuan bilateral dilanjutkan dengan melibatkan seluruh delegasi. Pembahasan jadi lebih teknis, mencakup kerja sama di berbagai sektor.
Di sisi lain, ada satu hal yang membuat hari ini istimewa. Di sela rangkaian pertemuan, Presiden Zardari mengambil suatu penghargaan. Dengan khidmat, ia menyematkan anugerah tertinggi Nishan-e-Pakistan kepada Presiden Prabowo. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan cermin dari rasa hormat mendalam Pakistan pada Indonesia dan pemimpinnya.
Ritual kenegaraan selesai, tapi kesan dari pertemuan ini jelas akan berlangsung lama. Dari percakapan ringan di koridor hingga kehormatan tertinggi, semuanya menggambarkan satu hal: hubungan kedua bangsa yang terus dijaga.
Artikel Terkait
Moving: Drama Superhero Korea yang Curi Perhatian dan Raih Daesang
Korban Penjambretan di Sleman Berbalik Jadi Tersangka Usai Kejar Pelaku
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah