Masa tugasnya jelas: memimpin hingga Muktamar PBNU digelar nanti. Menurut rencana, forum tertinggi organisasi itu akan dihelat pada 2026. Namun begitu, ada sedikit catatan mengenai waktu pelaksanaannya.
"Muktamar yang insyaallah akan dilaksanakan 2026. Mudah-mudahan tidak sampai akhir tahun," tambah Nuh. Ia lalu mengingatkan bahwa Muktamar di Lampung tahun sebelumnya sebenarnya sudah mundur satu tahun akibat pandemi. Jadi, agendanya memang perlu dipercepat.
Rapat penting itu sendiri dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci. Selain Rais Aam, tampak duduk Wakil Rais Aam KH. Anwar Iskandar dan KH. Afifuddin Muhajir. Dari kalangan perempuan, hadir Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga tak absen dari pertemuan yang berlangsung khidmat itu.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan sementara telah berpindah. Tantangan menanti di depan, dengan puncaknya adalah persiapan menuju muktamar dua tahun mendatang.
Artikel Terkait
Kebanggaan yang Membelenggu: Ketika Jalan Sendiri Justru Memperpanjang Penderitaan
Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Isu Kebocoran Data Nuklir Menggantung
Kontroversi Eggi Sudjana: Pecat Kawan, Lapor Lawan
Bimbingan Perkawinan KUA: Bekal atau Sekadar Formalitas?