Di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, suasana Selasa malam itu cukup berbeda. Para tokoh Nahdlatul Ulama berkumpul untuk sebuah agenda penting. Rapat Pleno Penentuan Penjabat Ketua Umum PBNU resmi dibuka oleh Rais Aam, KH Miftachul Akhyar.
Dalam sambutannya, Kiai Miftachul menegaskan bahwa malam ini adalah sebuah langkah krusial. Rapat Pleno ini, katanya, merupakan proses yang harus ditempuh untuk satu tujuan utama: mengembalikan dan mengukuhkan supremasi Syuriyah di tubuh PBNU.
"Alhamdulillah malam ini sebagaimana kita maklumi, adalah malam rapat Pleno sebagai proses-proses yang harus kita lewati," ujar Kiai Miftachul memulai.
"Untuk bagaimana kita sebagaimana awal kita sampaikan, bahwa Syuriyah adalah merupakan owner daripada Nahdlatul Ulama. Periode ini menjadi sebuah tekad bersama untuk menguatkan supremasi daripada Syuriyah."
Penekanannya jelas. Menurut pengalamannya, di periode-periode lalu, posisi Syuriyah kerap tak terlalu kokoh. Ia bahkan menyebut dengan gamblang, terutama di Jawa Timur, Syuriyah sering kali terpengaruh oleh keputusan-keputusan dari jajaran Tanfidziyah.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi