Nicolás Maduro, Presiden Venezuela, dikenal keras menentang apa yang disebutnya genosida di Gaza. Solidaritasnya terhadap Palestina tak perlu diragukan lagi. Namun begitu, ada narasi lain yang beredar di sejumlah kalangan. Mereka melihat ada motif lain di balik sikap keras Caracas. Minyak, tentu saja, selalu jadi isu panas.
Di sisi lain, tak bisa dipungkiri bahwa perusahaan-perusahaan minyak besar di Amerika punya kaitan erat dengan kepentingan Yahudi. Menurut analisis beberapa pengamat, dengan menyerang Venezuela, ada dua target sekaligus yang bisa dicapai. Pertama, menguasai cadangan minyaknya yang luar biasa besar. Kedua, melumpuhkan negara sosialis kiri yang vokal menentang Israel dan kebijakan AS.
Gudang Minyak Dunia
Artikel Terkait
María Corina Machado dan Dilema Oposisi yang Menggadaikan Kedaulatan
Gedung Putih Buka Opsi Militer untuk Greenland, Sekutu Eropa Serentak Tolak
Pemerintah Siapkan Dana Darurat Rp 60 Triliun untuk Hadapi Bencana di 2026
Gelap Mata di Rumah Mertua, MA Vonis Mati Pelaku Femisida