Jadi, masalahnya memang ruwet. Satu sisi, ini cobaan dari Yang Maha Kuasa. Di sisi lain, ada juga andil kelalaian manusia. Belum lagi sikap acuh tak acuh yang masih beredar. Air mata Mualem tumpah di tengah situasi kompleks itu semua.
Sebagai Daerah Istimewa, Aceh punya kewenangan khusus. Mualem sudah mengambil inisiatif meminta bantuan langsung ke negara sahabat. Katanya, bantuan dari Malaysia dan China sudah tiba. Rabu ini pun diperkirakan akan datang lagi.
Sebelum bertemu Najwa, Mualem baru saja menghadap Presiden Prabowo. Semua keluh kesah dan kebutuhan Aceh sudah disampaikan. Menurutnya, Presiden berjanji akan menindaklanjuti dengan serius.
Sebagai mantan Panglima GAM, Mualem paham betul bahwa mengurus manusia bukan perkara gampang. Yang disalahkan tak melulu dari luar. Dari dalam, dari pihak sendiri yang seharusnya paling mengerti, justru kadang mengecewakan.
Mungkin itulah sebabnya dia bilang, berharap pada manusia hanya akan berujung kekecewaan. Hanya dengan bersandar pada Allah, hati kita bisa tetap tenang. Semua ini takdir, tugas kita cuma berikhtiar sekuatnya.
Pada akhirnya, air mata yang mengalir di pipi Mualem itu bukan miliknya seorang. Itu adalah air mata kita semua, rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Sertifikat Menumpuk, Kompetensi Tergerus: Dampak Pandemi yang Mengubah Wajah Pendidikan
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman