Air Mata Mualem Adalah Air Mata Rakyat Indonesia
Oleh: Erizal
Momen itu sempat viral. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, tak bisa menahan tangisnya saat diwawancarai Najwa Shihab. Saya akui, saya sendiri ikut terharu menyaksikannya. Pertanyaan Najwa saat itu menyentuh soal status bencana kenapa tak kunjung ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah Pusat.
Namun begitu, agaknya Mualem sudah tak terlalu memusingkan label itu. Daerah atau Nasional, urusannya sama saja. Beliau lebih memilih menengadahkan harap kepada Allah. Di sinilah kita melihat ketulusan seorang pemimpin. Hatinya lembut, gampang tersentuh, dan itu terpancar jelas.
Di balik tangis itu, tentu ada kegeraman. Bukan cuma ke pemerintah pusat, tapi juga ke pemimpin di Aceh sendiri. Mirisnya, beberapa justru lari dari tanggung jawab. Mereka menghilang di saat rakyat yang memilihnya sedang menderita.
Kita tahu soal Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang pergi umroh saat bencana. Tapi ternyata, itu bukan satu-satunya. Ada juga bupati lain yang dilaporkan masih sempat berkaroke di Medan. Bayangkan! Perilaku seperti inilah yang konon turut memicu air mata sang gubernur.
Artikel Terkait
Sertifikat Menumpuk, Kompetensi Tergerus: Dampak Pandemi yang Mengubah Wajah Pendidikan
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman