BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Rob Mengintai Pesisir Saat Libur Nataru

- Senin, 08 Desember 2025 | 23:36 WIB
BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Rob Mengintai Pesisir Saat Libur Nataru

Rapat kerja di Jakarta pada Senin (8/12) kemarin cukup serius. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, hadir di hadapan anggota Komisi V DPR dan menyampaikan peringatan penting. Menurutnya, masyarakat perlu waspada terhadap ancaman banjir rob di berbagai pesisir saat libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Faisal membeberkan, fenomena alam jadi pemicunya. "Ini dipengaruhi fase perigee dan bulan purnama awal Desember, lalu bulan baru di tanggal 20 Desember," ujarnya.

Ia melanjutkan, kombinasi itu memicu air laut naik lebih tinggi dari biasanya. "Beberapa wilayah seperti Utara Jakarta sudah merasakan dampaknya," tambah Faisal.

Nyatanya, gelombang rob ini sudah berlangsung sejak akhir November. Menurut paparannya, periode 29 November hingga 3 Desember lalu, wilayah seperti pesisir timur-selatan Sumatera, barat-selatan Kalimantan, dan Pantura Jawa sudah kebanjiran.

Dan ancamannya belum berakhir. Malah, di awal Desember ini diprediksi makin meluas.

"Pada 2 sampai 10 Desember, potensinya meluas ke pesisir Jawa, Bali, Nusa Tenggara, bahkan sampai Sulawesi Utara dan sebagian Maluku," jelasnya.

Faisal menegaskan, situasi ini masih akan berlanjut hingga pertengahan bulan. Untuk periode 5 sampai 15 Desember, kawasan seperti Banten, Jakarta, pesisir utara-timur Jawa, Kepulauan Riau, dan Kalimantan harus tetap siaga.

Artinya, sebagian besar pantai utara Jawa masih akan merasakan dampaknya dalam beberapa hari ke depan.

"Kemudian, dari tanggal 6 sampai 12 Desember, Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat masih berpotensi terdampak," tandas Faisal menutup penjelasannya.

Jadi, buat yang punya rencana ke daerah pesisir saat Nataru, informasi dari BMKG ini patut jadi pertimbangan. Lebih baik waspada, kan?

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar