“Karena itu, kami fokuskan lewat udara. Semua akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, terutama TNI,” jelas Rangga.
Ia juga menyoroti persoalan komunikasi yang menjadi kendala utama di lapangan. Banyak keluarga yang kehilangan kabar bukan karena hal terburuk, melainkan karena jaringan yang mati.
“Kami terus memantau dan memetakan kebutuhan yang ada. Komunikasi ini krusial. Kami akan terus update info dari Jakarta supaya bantuan yang dikirim tepat sasaran,” ungkapnya.
Di balik semua upaya teknis ini, ada harapan yang lebih besar. Boy Thohir melihat momen sulit ini justru sebagai kesempatan menunjukkan jati diri bangsa.
“Inilah saatnya kita memperlihatkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan hebat, bangsa yang punya semangat gotong royong untuk membantu saudaranya yang sedang kesulitan,” pungkasnya.
Melalui bantuan bertahap ini, diharapkan beban warga yang terdampak bencana di Sumatera bisa sedikit terangkat, memberi mereka napas untuk mulai kembali pulih.
Artikel Terkait
Prabowo dan Starmer Pererat Kemitraan, Bahas Kapal hingga Konservasi Gajah
Trump Umumkan Kesepakatan Greenland di Davos, Vance dan Rubio Ditunjuk Lanjutkan Negosiasi
Wakapolri Beberkan Peta Eksploitasi WNI di Asia Tenggara
Serangan Drone Guncang Pabrik Suriah, Gencatan Senjata Langsung Diuji