JAKARTA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan sejumlah negara yang menjadi pusat eksploitasi warga negara Indonesia. Kasus perdagangan orang, atau TPPO, jadi salah satu yang paling menonjol.
Menurutnya, selama kurun 2020 hingga 2023, pusat-pusat eksploitasi itu banyak beroperasi di kawasan Asia Tenggara. Mulai dari Kamboja, lalu merambah ke Myanmar.
“Dalam simpul korban perdagangan manusia WNI selama 2020-2023, peta korban WNI di kawasan Asia dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan bahwa pusat-pusat eksploitasi yang menonjol terjadi di Kamboja, Filipina, dengan simpul transitnya di Thailand, Laos dan Myanmar,”
Demikian penjelasan Dedi dalam acara Bedah Buku Strategi Polri Dalam Pemberantasan TPPO, yang digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
Nah, terkait pola pergerakan jaringan ini, Dedi menyoroti perbedaan antara Indonesia dan Filipina. Polanya beda, tapi penyebabnya mirip: kedua negara ini punya garis pantai yang amat panjang. Bayangkan saja, pantainya terbentang luas. Alhasil, titik-titik masuk yang bisa dimanfaatkan pelaku pun jadi banyak sekali.
“Ada terjadi perbedaan pola (masuk jaringan TPPO) terutama di Indonesia dan Filipina. Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat luas, pintu masuknya banyak,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini lantas menuturkan upaya mitigasi yang sedang dilakukan. Pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO baru di sejumlah Polda adalah salah satu bentuk antisipasinya.
“Ada beberapa Polda yang akan kita persiapkan dalam rangka memitigasi secara maksimal terjadinya kejahatan TPPO,” tandas Dedi.
Artikel Terkait
Tim Pengacara Nadiem Minta Lembaga Pengawas Awasi Sidang Korupsi Chromebook
Wali Kota Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp60 Miliar untuk 2026
Narkoba Sintetis di Makassar Beredar Lewat Vape dan Medsos, Polisi Ungkap Modus Baru
Pengemudi Ojol Dianiaya Pelanggan, Amukan Massa Hampir Ricuh di Makassar