Suasana di Jalan Badak, Mamajang, Makassar, mendadak tebar pekan lalu. Seorang pengemudi ojek online perempuan, berinisial R (30), dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh seorang pelanggannya. Pelaku, seorang pria berinisial D (29), nyaris jadi sasaran amuk massa setelah kabar itu menyebar di kalangan rekan-rekan korban.
Menurut sejumlah saksi, ratusan pengemudi ojol berdatangan ke tempat tinggal pelaku. Mereka mengepung lokasi, emosi tampak memanas. Aparat kepolisian pun turun tangan untuk mencegah situasi jadi ricuh.
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Aeromeda, membenarkan pihaknya telah mengamankan D.
"Kami menerima laporan dari salah satu driver ojek online yang mendapatkan penganiayaan dari salah satu customer. Jadi kami sudah mengamankan customer ini," jelas Tri kepada awak media, Rabu (22/4).
Insiden yang memicu keributan besar ini, ternyata berawal dari hal yang sepele: soal bayar air mineral.
Dari Botol Air Rp5.000 Hingga Pukulan
Semua terjadi pada Senin (20/4). Saat itu, D memesan makanan lewat aplikasi. Di tengah pesanan, dia minta tambahan satu botol air mineral ukuran besar. Nah, item ini belum masuk dalam tagihan aplikasi.
Ketika R sampai di lokasi, D berniat membayar Rp5.000 untuk air itu via transfer. Tapi R menolak, minta dibayar tunai. Perbedaan cara bayar ini memicu cekcok. Suasana memanas, dan berujung pada dugaan pemukulan terhadap sang driver.
Korban yang merasa dirugikan, akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Mamajang. Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah memukul korban menggunakan tangan kosong.
Massa Membara, Mobil Patroli Jadi Sasaran
Proses pengamanan pelaku di rumah indekosnya tak berjalan mulus. Ada video yang beredar memperlihatkan kerumunan massa yang geram. Petugas kepolisian terlihat berusaha menenangkan dan bernegosiasi, sambil berupaya mengevakuasi D.
Namun begitu, emosi massa sulit dikendalikan. Rekan-rekan korban terus berdatangan. Dalam situasi panas itu, sebuah mobil patroli pun menjadi sasaran amukan dan dilaporkan mengalami kerusakan.
"Iya, pada saat kita mengamankan terlapor, diduga teman-teman ojol ini terbawa emosi, jadi tidak sengaja merusak mobil patroli," ungkap Tri Husada.
Di sisi lain, penyelidikan terus digenjot. Polisi mengumpulkan barang bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi. Tujuannya jelas: mengungkap tuntas kronologi insiden yang hampir berujung pada kekerasan massa ini.
Artikel Terkait
Narkoba Sintetis di Makassar Beredar Lewat Vape dan Medsos, Polisi Ungkap Modus Baru
Maros Gelar Pelatihan Respons Cegah KLB Campak Usai 31 Anak Terkonfirmasi Positif
Remaja 18 Tahun Tewas dalam Tabrakan Truk dan Motor di Poros Maros-Pangkep
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar