Menantu Akui Kirim Sate ke Korban Sebelum Tewas di Boyolali, Polisi Tunggu Hasil Lab

- Kamis, 04 Juni 2026 | 18:15 WIB
Menantu Akui Kirim Sate ke Korban Sebelum Tewas di Boyolali, Polisi Tunggu Hasil Lab

Misteri di balik kematian Aminah (57) di Boyolali, Jawa Tengah, yang diduga kuat akibat mengonsumsi sate misterius mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap bahwa sate tersebut diduga dikirim langsung oleh menantu korban.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi untuk mengusut kasus ini. Salah satu dari mereka adalah menantu almarhumah, yang kini menjadi sorotan utama penyidikan.

“Kemudian juga kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, yaitu menantu dari almarhumah. Namun statusnya masih saksi saat ini, dan masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif,” ujar Indra kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Pemeriksaan terhadap terduga pelaku berlangsung maraton selama delapan jam, sejak Rabu (3/6) hingga pukul 23.00 WIB. Dalam proses interogasi tersebut, pria yang merupakan menantu korban itu mengakui bahwa dialah yang mengirimkan sate ke kediaman Aminah.

“Dari hasil pemeriksaan sampai tadi malam, kita lakukan pemeriksaan sampai pukul 23.00 WIB, di mana terduga pelaku menurut dengan keterangannya menyampaikan kepada pihak penyidik bahwa yang bersangkutan yang mengirimkan sate tersebut ke kediaman almarhum,” jelas Kapolres.

Meski pengakuan telah diperoleh, polisi belum bisa menyimpulkan bahwa sate tersebut menjadi penyebab langsung kematian Aminah. Indra menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dan autopsi dari Dokpol Polda Jawa Tengah.

“Kami saat ini pun masih menunggu hasil toksikologi dari Dokpol Polda Jateng terkait dengan hasil pemeriksaan ekshumasi dan hasil uji laboratorium terkait dengan ayam ataupun yang diduga meninggal dikarenakan mengkonsumsi sate tersebut,” imbuhnya.

“Oleh karena itu, terduga pelaku sampai dengan saat ini statusnya masih sebagai saksi,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar