Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas Satpol PP DKI parkir seenaknya di atas trotoar tiba-tiba ramai di media sosial. Tak butuh waktu lama, unggahan itu pun viral dan memantik kritik tajam dari warganet.
Dalam rekaman itu, sebuah pikap dinas berwarna hitam terlihat menghalangi trotoar. Ijoel, si perekam video, mendatangi petugas yang berjaga di gerbang gedung untuk menanyakan pemilik kendaraan itu. Ia bahkan sempat berniat mengempiskan ban mobil tersebut, namun urung setelah melihat ekspresi bingung sang petugas.
Tak lama, seorang petugas lain keluar dan memberi penjelasan. Katanya, area parkir di dalam sedang penuh karena ada rapat. Jadi, terpaksa mobil itu dititipkan di luar.
Alasan itu, tentu saja, tak lantas membenarkan tindakan mereka. Trotoar adalah ruang untuk pejalan kaki, bukan tempat parkir dadakan.
Menanggapi keributan ini, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, akhirnya angkat bicara. Ia secara terbuka meminta maaf.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat terkait kendaraan operasional patroli yang terparkir di atas trotoar,"
Ucapnya, seperti dilansir Antara, Kamis (23/4/2026).
Satriadi menekankan, kepercayaan publik harus dibangun dengan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Menurutnya, memberi contoh yang baik adalah kunci. Oleh karena itu, ia memastikan anggota yang terlibat sudah ditindak.
"Anggota yang bersangkutan telah dipanggil pimpinan, diberikan pembinaan dan surat peringatan sebagai bentuk evaluasi,"
tegasnya.
Ia berjanji kejadian memalukan ini akan jadi bahan evaluasi agar tidak terulang lagi di masa depan. Soalnya, bagaimana mungkin aparat yang seharusnya menertibkan pelanggaran justru ketahuan melanggar aturan? Ironis sekali.
Artikel Terkait
Dua PRT Jatuh dari Lantai 4 Kos di Bendungan Hilir, Satu Tewas
Kemendagri Siapkan Empat Kategori Penghargaan untuk Pemda Berprestasi di Sumatera
Indonesia Tegaskan Tak Akan Pungut Tarif di Selat Malaka, Patuhi Hukum Laut Internasional
Kakorlantas: Kolaborasi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026, Negara Hadir Jaga Keamanan Fisik dan Spiritual