Di tengah keramaian Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Presiden AS Donald Trump menyempatkan diri bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Pertemuan itu ternyata membuahkan sesuatu yang cukup mengejutkan: sebuah kerangka kesepakatan mengenai Greenland.
Trump sendiri yang mengumumkannya lewat unggahan di Truth Social, Kamis (22/1). Ia tampak antusias.
"Telah membentuk kerangka kesepakatan di masa depan terkait Greenland, dan bahkan seluruh kawasan Arktik,"
Begitu kira-kira bunyi pernyataannya yang dilaporkan Al Jazeera.
Menurut Trump, kesepakatan yang masih dalam tahap awal ini punya nilai strategis yang besar. Bukan cuma untuk Amerika, tapi juga untuk sekutunya.
"Solusi ini, jika terwujud, akan sangat baik bagi Amerika Serikat dan seluruh negara NATO,"
tambahnya.
Lalu, siapa yang akan melanjutkan pembicaraan? Trump menunjuk tiga orang kepercayaannya. Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan terlibat langsung. Mereka akan dibantu oleh utusan khusus, Steve Witkoff, untuk menangani negosiasi lanjutan yang pasti tak akan sederhana.
Isu Greenland memang selalu menarik. Kawasan Arktik, dengan segala potensi sumber daya dan nilai strategisnya, terus menjadi rebutan. Kesepakatan ini, meski baru sebatas kerangka, jelas menjadi sinyal kuat tentang arah kebijakan luar negeri AS ke depannya.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Ilegal, Hotman Paris Siapkan Langkah Hukum
Rehan/Gloria Tembus Perempat Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Chinese Taipei
PTDI Sulap Dua Boeing 737-200 Terbengkalai Selama 20 Tahun Jadi Sarana Edukasi Kedirgantaraan
Timnas Indonesia U-19 Tersingkir di Semifinal Piala ASEAN Usai Takluk Dramatis dari Australia