Di Gedung Palapa Kemlu, Jakarta, suasana Jumat siang itu terasa tegang. Menteri Luar Negeri Sugiono dengan lugas menyampaikan sikap pemerintah. Untuk saat ini, Indonesia belum akan membuka keran bantuan asing untuk menangani bencana di Sumatera.
"Saat ini kita belum membuka (bantuan asing)," tegas Sugiono di hadapan para wartawan.
Memang, tak sedikit negara sahabat yang sudah mengulurkan tangan, menyatakan kesiapan mereka untuk membantu. Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terdampak parah jelas membutuhkan segalanya. Namun begitu, menurut penilaian Menlu, kapasitas dalam negeri masih memadai. "Saya kira kita dengan semua kekuatan, tadi disampaikan bahwa ini adalah upaya bersama, saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini," ujarnya penuh keyakinan.
Di sisi lain, status bencana nasional pun ternyata belum ditetapkan pemerintah. Meski statusnya belum berubah, gelombang bantuan tak kunjung surut. Kiriman dari berbagai daerah dan pemerintah pusat terus berdatangan, mencoba menjangkau lokasi-lokasi yang paling menderita.
Sementara itu, angka korban yang dirilis BNPB per hari ini sungguh memilukan. Data terbaru menyebutkan korban meninggal telah mencapai 836 jiwa. Belum lagi 509 orang yang masih dinyatakan hilang, menghadirkan kecemasan yang mendalam bagi keluarga yang menunggu.
Di website resmi BNPB, tercatat pula korban luka-luka mencapai 2,7 ribu orang. Dari segi jumlah korban meninggal, Sumatera Utara mencatat angka tertinggi. Disusul kemudian oleh Aceh, dan Sumatera Barat. Setiap angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerita pilu yang tersisa dari amukan bencana.
Artikel Terkait
Perang Dingin di Dalam Diri: Saat Pikiran dan Hati Tak Lagi Saling Bicara
Nico Paz dan Giuliano Simeone Soroti Peran Krusial Messi di Balik Sempurnanya Fase Grup Argentina
Pedal Padel Minta Maaf atas Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Karyawan
Dokter Tifa Soroti Dugaan Kejanggalan Laporan Jokowi ke Polda Metro