Kawah Candradimuka Dimulai: 258 Perwira Pilihan Resmi Masuk Sespimti dan Sespimmen

- Selasa, 20 Januari 2026 | 22:45 WIB
Kawah Candradimuka Dimulai: 258 Perwira Pilihan Resmi Masuk Sespimti dan Sespimmen

Di Lembang, Jawa Barat, suasana pagi di Gedung Utaryo terasa khidmat. Selasa (20/1/2026) itu, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri resmi membuka dua program penting: Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Angkatan ke-35 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Angkatan ke-66. Upacara pembukaannya menandai dimulainya perjalanan panjang bagi para perwira terpilih.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Lemdiklat Polri, Irjen Achmad Kartiko, dengan didampingi Kepala Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga. Dasar pelaksanaannya adalah Surat Keputusan Kapolri bernomor KEP/1954/XII/2025 yang telah ditetapkan pada 18 Desember 2025.

Laporan persiapan pendidikan disampaikan oleh Kepala Sespimti Polri, Brigjen Eko Suprihanto. Dia memaparkan detail peserta dengan jelas.

“Sespimti Polri terdiri 57 serdik yang terdiri dari serdik Polri 47 orang, TNI 8 orang, Kejaksaan Agung 1 orang, dan Kemenimipas 1 orang,” ungkap Eko.

Tak ketinggalan, untuk Sespimmen Dikreg ke-66, diikuti oleh 201 peserta. Rinciannya adalah 185 orang dari Polri, 13 dari TNI, dan dua perwira dari mancanegara, tepatnya Timor Leste.

Dalam sambutannya, Irjen Achmad Kartiko menegaskan bahwa para peserta ini adalah individu pilihan yang telah melalui seleksi ketat. Dia berharap kesempatan ini disyukuri dan dijalani dengan dedikasi penuh.

“Saudara adalah perwira-perwira terpilih. Saya berharap anugerah ini dimaknai dengan rasa syukur yang diimplementasikan melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, penuh semangat, dan dedikasi,” katanya.

Pesan itu bukan sekadar formalitas. Kartiko menekankan betapa krusial peran mereka nanti sebagai calon pemimpin yang akan jadi garda terdepan membangun Polri yang profesional. Untuk itu, dia menggarisbawahi enam nilai utama yang wajib dipegang teguh.

Pertama, Integritas. Menanamkan kejujuran dan komitmen, sebab kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar yang dimiliki. Kedua, Unggul. Maksudnya, menjadi pemimpin yang tak berhenti belajar, adaptif, dan selalu punya solusi inovatif di berbagai situasi.

Nilai ketiga adalah Modern. Di sini, pemanfaatan teknologi dan pendekatan mutakhir sangat ditekankan untuk pelayanan yang cepat, transparan, dan memuaskan publik. Keempat, Bersih. Ini tentang menegakkan akuntabilitas, menjauhi penyimpangan, dan menjaga institusi agar tetap bersih.

Selanjutnya, Nyaman. Para calon pemimpin dituntut mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, baik bagi internal maupun masyarakat yang dilayani. Terakhir, Bahagia. Kartiko mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan pribadi, agar energi positif tetap terpancar dalam memimpin.

Menutup arahannya, dia berpesan agar waktu di lembaga pendidikan ini tak disia-siakan. Tujuannya jelas: tak hanya melahirkan perwira cerdas secara intelektual, tapi juga berkarakter kuat dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas nasional.

“Pegang teguh nilai-nilai ini, jalankan pendidikan dengan sepenuh hati, dan jadilah pemimpin yang menginspirasi perubahan positif. Saya percaya saudara memiliki potensi besar untuk membawa Polri menuju masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya menutup.

Upacara itu pun berakhir. Kini, para peserta siap menjalani ‘kawah candradimuka’ mereka, dipersiapkan untuk menjadi pemimpin strategis Polri di masa yang akan datang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar