Badan Otonom NU Desak Musyawarah Atasi Polemik Internal

- Jumat, 05 Desember 2025 | 20:25 WIB
Badan Otonom NU Desak Musyawarah Atasi Polemik Internal
Suara Badan Otonom NU Soal Polemik Internal

Polemik yang belakangan muncul di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mendapat respons dari Badan Otonomnya. Mereka tak tinggal diam. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan Jumat (5/12/2025), lembaga-lembaga otonom di bawah NU ini mendesak diadakannya forum musyawarah.

“Kami memohon kepada PBNU dan seluruh pemangku kepentingan agar secepat-cepatnya melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka,” begitu bunyi pernyataan itu.

Musyawarah itu, lanjut mereka, penting untuk mencari jalan terbaik. Keputusan yang arif dan mengutamakan kemaslahatan jam'iyyah serta jama'ah NU harus jadi tujuan utama.

Di sisi lain, komitmen untuk menjaga persatuan tampaknya menjadi perhatian serius. Badan Otonom NU menegaskan kembali prinsip-prinsip dasar organisasi: tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal. Nilai-nilai keseimbangan dan moderasi inilah yang diyakini bisa mengokohkan Nahdlatul Ulama di tengah gejolak.

Mereka juga mendukung penuh upaya merajut kembali silaturahmi. Langkah seperti tabayyun (klarifikasi) dan dialog yang dipimpin para sesepuh maksudnya para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai diharapkan bisa memberi pencerahan.

“Kami berharap kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat,” tambah pernyataan tersebut.

Secara keseluruhan, nada yang diusung terasa jelas: menjaga marwah organisasi adalah keharusan. Caranya dengan menegakkan adab, mengedepankan akhlak dalam setiap perbedaan. Segala bentuk ucapan atau tindakan yang berpotensi memicu kegaduhan, baik di internal maupun di ruang publik yang lebih luas, sebisa mungkin dihindari. Itu ikhtiar mereka.

Pernyataan ini muncul di saat suasana sedang tidak tenang. Dan Badan Otonom NU, dengan segala wewenang dan pengaruhnya, mencoba mengajak semua pihak untuk kembali ke khittah. Kembali ke meja musyawarah dengan kepala dingin.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar