Di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, ada pemandangan yang tak biasa. Bukan hamparan pasir, melainkan daratan baru yang terbentuk dari tumpukan cangkang kerang. Gunungan putih itu mengular di bibir pantai, hasil keringat warga yang telah turun-temurun hidup dari kerang.
Semua berawal dari tempat-tempat pengupasan yang berjejer tak jauh dari sana. Sejak dulu, mungkin era 90-an atau bahkan lebih lama lagi, warga Kampung Kerang sudah akrab dengan urusan si moluska ini. Ada yang jadi peternak, banyak pula yang sehari-harinya cuma mengupas.
“Turun-temurun,”
kata Suparni, warga asli berusia 49 tahun, suatu Jumat di awal Desember. Baginya, kerang adalah bagian hidup. Sejak lahir, ia sudah bersinggungan dengan cangkang dan dagingnya. Suaminya seorang peternak, dan hasil panennya diserahkan ke seorang ‘bos’. Bersama bos itulah Suparni kemudian bekerja, mengupas kerang untuk dijual lagi ke tengkulak. Bahkan anak dan menantunya pun ikut dalam ritme yang sama.
“Ini anak saya juga ngupasin kerang kalau pagi, kalau sore jaga cucu,”
ujarnya sambil tertawa kecil. Upahnya tak besar. Untuk satu ember kecil kerang matang, ia dibayar tiga ribu rupiah. Kalau kerangnya masih mentah dan akarnya menempel, harganya lima ribu. Tapi dalam sehari, ia bersyukur masih bisa membawa pulang seratus ribu rupiah. Cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, katanya. Itu yang terpenting.
Asal Muasal Gunungan itu
Menurut Suparni, dulu suasana pesisir tak seperti ini. Produksi kerang belum sebanyak sekarang, dan cangkang-cangkangnya biasa diangkut petugas kebersihan untuk dibuang ke tempat yang layak. “Dulu nggak ada gunung cangkang gini,”
katanya, menunjuk ke tumpukan tinggi di depannya. Namun seiring waktu, bos-bos penjual kerang makin banyak bermunculan. Limbah pun mulai menumpuk, tak terhitung lagi jumlahnya setiap hari. Apalagi ada satu lapak yang beroperasi 24 jam nonstop bayangkan saja, dari sana saja ribuan cangkang terbuang tiap harinya.
“Satu lapak aja hampir seratus karung. Ini banyak bosnya, dari ujung ke ujung. Bayangin aja. Apa lagi jelang Natal dan tahun baru ini,”
Artikel Terkait
Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah di Aceh, Bangkit Pascabencana
Gencatan Senjata Gaza Retak, 32 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara
Kapolri Siap Perang Demi Status Quo, Reformasi Polri Terancam Mandek
Mantan Penyidik KPK Buka Suara: Alat Usang Hambat Operasi Tangkap Tangan