"Bencana hidrometeorologi di ujung barat Indonesia ini adalah alarm keras. Hujan deras memang faktor alam, tapi ketidakmampuan tanah menahan air? Itu ulah kita sendiri."
Dia menjelaskan, Aceh, Sumut, dan Sumbar terhubung dalam satu ekosistem Pegunungan Bukit Barisan. Ketika ketiganya dilanda banjir serentak, itu pertanda ada yang salah dengan 'menara air' di hulu. Penyebabnya, tak lain, adalah hilangnya tutupan hutan.
Tak cuma marah, Titiek juga menawarkan solusi. Dia meminta para pengusaha kehutanan mencari mata pencaharian lain. "Sudahlah, cari makan tempat lain. Tanam padi kek, tanam jagung, apa yang lain-lainnya bisa dikerjakan," ujarnya kepada wartawan di Senayan.
"Jangan tebang-tebang lagi pohon kita."
Tekadnya untuk menindak tegas pelaku pun jelas. Di hadapan Menhut Raja Juli, Titiek berpesan agar aturan diperketat dan proses hukum dijalankan tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya.
"Mau bintang, bintang segala macam, kita ini mewakili rakyat Indonesia," kata Titiek dengan nada tegas.
"Sudah cukuplah penderitaan."
Artikel Terkait
Prabowo Jelaskan Strategi Diplomasi Palestina dalam Forum Board of Peace kepada Ulama
Malut United vs PSM Makassar Berebut Angka Krusial di BRI Liga 1
Remaja di Gowa Tembus Mata Peluru Jelly, Polisi Kejar Pelaku
Rem Blong Truk Kontainer Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas