Hujan deras dan banjir bandang yang melanda beberapa daerah di Sumatera belakangan ini kembali menyalakan alarm. Siti Hediati Hariyadi, atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI, tak mau tinggal diam. Ia mendesak Kementerian Kehutanan untuk bertindak lebih keras menangani akar masalahnya: kerusakan hutan.
Bagi Titiek, langkah moratorium atau penghentian sementara penebangan hutan dinilai belum cukup. Masih ada celah lebar di sana.
"Jadi kalau mau bilang moratorium, moratorium itu kan disetop sementara, nanti bisa dihidupin lagi. Kami maunya supaya itu tidak ada lagi penebangan-penebangan,"
tegas politisi Gerindra itu kepada awak media, Kamis (4/12), usai menggelar rapat dengan pihak Kemenhut.
Ia menyoroti sebuah ironi yang pahit. Keuntungan dari aktivitas tebang pohon, legal maupun tidak, hanya dinikmati oleh segelintir orang. Namun, kerugiannya berupa hilangnya resapan air yang memicu longsor dan banjir justru ditanggung oleh masyarakat luas. Rakyat kecil yang akhirnya menderita.
Artikel Terkait
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri