Suasana di Parang Tulau, Cikoro, Tompo’bulu, Gowa, mendadak berubah jadi mencekam. Warga diguncang sebuah kabar yang bikin hati miris: seorang anak penyandang disabilitas diduga menjadi korban pemerkosaan. Kabar itu menyebar cepat, bak angin berembus di malam hari. Dan kemarahan warga pun meledak.
Mereka geram. Apalagi setelah tahu kondisi korban yang seharusnya mendapat perlindungan lebih. Emosi yang sudah memanas itu lalu berubah jadi aksi nyata. Massa bergerak mencari sang terduga pelaku.
Dan mereka menemukannya. Dalam keadaan emosi yang sudah sulit dikendalikan, pria itu diamankan oleh warga. Kerumunan semakin besar, orang-orang berdatangan. Suasana tegang terasa menyelimuti kampung itu. Menurut sejumlah saksi, terduga pelaku kemudian diarak keliling kampung. Itu jadi bentuk luapan amarah yang mereka pendam.
Tapi, situasi jadi makin liar. Aksi main hakim sendiri itu berujung tragis. Pria yang dituduh sebagai pelaku itu tewas di tangan amukan massa yang tak terbendung.
Artikel Terkait
Tiongkok Desak Penghentian Operasi Militer di Timur Tengah, Khawatir Konflik Meluas
Menkum HAM Ingatkan Aparat Hati-hati Tangkap dan Tahan Usai Pembebasan Aktivis
Anggota DPR Apresiasi Transparansi Pemerintah Soal Stok BBM untuk Tiga Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram