Videonya beredar luas di media sosial, memicu perdebatan sengit. Banyak suara yang mengutuk keras kejahatan terhadap korban. Namun begitu, tak sedikit pula yang geleng-geleng kepala. Mereka menyayangkan tindakan warga yang merenggut nyawa tanpa melalui proses pengadilan. “Hukum harus ditegakkan, bukan dibajak oleh emosi,” kira-kira begitu komentar yang banyak muncul.
Di sisi lain, kasus pilu ini kembali mengetuk kesadaran kita semua. Soal betapa gentingnya penegakan hukum yang cepat dan adil. Korban, terutama yang rentan, harus segera mendapat perlindungan. Aparat dituntut bertindak sigap agar masyarakat tidak merasa jalan lain yang berbahaya adalah satu-satunya pilihan.
Polisi kini sedang menyelidiki tuntas kasus ini. Mulai dari kronologi sebenarnya, identitas pelaku, hingga pendampingan untuk korban. Tragedi di Gowa ini adalah pengingat pahit. Betapa pun kejamnya sebuah kejahatan, penyelesaiannya harus tetap pada koridor hukum. Kalau tidak, yang terjadi malah lingkaran kekerasan baru, dan nyawa sia-sia kembali melayang.
Artikel Terkait
Tiongkok Desak Penghentian Operasi Militer di Timur Tengah, Khawatir Konflik Meluas
Menkum HAM Ingatkan Aparat Hati-hati Tangkap dan Tahan Usai Pembebasan Aktivis
Anggota DPR Apresiasi Transparansi Pemerintah Soal Stok BBM untuk Tiga Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram