Namun begitu, Gus Yahya berusaha meluruskan persepsi. Sikapnya ini, katanya, bukan soal ngeyel mempertahankan kursi. Bukan itu masalahnya. Ini lebih pada prinsip untuk menjaga tatanan organisasi agar tetap pada relnya, tidak diobrak-abrik oleh kepentingan sepihak.
"Jangan sampai tatanan organisasi yang ada ini runtuh hanya karena keinginan-keinginan sepihak," tandasnya.
Di sisi lain, rencana penunjukan Pj Ketua Umum ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Katib Syuriyah PBNU Sarmidi Husna sudah menyampaikan bahwa langkah itu merupakan tindak lanjut dari keputusan Syuriyah yang memberhentikan Gus Yahya dari posisinya. Jadi, ada dua kubu dengan klaim dan dasar hukumnya masing-masing. Situasinya pun jadi makin rumit.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Nusantara dalam Setiap Lengkungan
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta