“Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk beliau merasakan bagaimana warga yang terkasih, yang tersayang hilang, yang sampai sekarang belum ditemukan jasad dan jenazahnya,” ucapnya dengan nada rendah.
Di sisi lain, pembicaraan juga menyentuh langkah-langkah konkret ke depan. Perhatian penuh, kata Muzani, diberikan untuk percepatan pemulihan. Mulai dari bantuan langsung untuk warga, urusan logistik yang mendesak, hingga hal-hal teknis seperti perbaikan infrastruktur dasar yang rusak parah.
“Semuanya itu bagi beliau sebuah hal yang dipikirkan amat serius, bagaimana memulihkan keadaan di sana, memenuhi kebutuhan-kebutuhan di sana, termasuk memulihkan kondisi infrastruktur yang sekarang terputus,” tandas Muzani, mengakhiri penjelasannya.
Pertemuan singkat itu, setidaknya, memberi gambaran bahwa bencana di Sumatera menjadi prioritas utama di meja kepresidenan. Langkah selanjutnya tentu dinanti.
Artikel Terkait
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada