"Udah tertimbun semua," sambungnya, seolah tak percaya dengan keadaannya sendiri.
Seorang rekan Ilham yang berdiri di sampingnya mengiyakan. Nasibnya tak jauh berbeda. Sawahnya yang tadinya menghijau, kini rata dengan tanah.
"Habis semua, habis," keluhnya singkat. Kata-kata itu seakan mewakili seluruh kepedihan yang dirasakan.
Di tengah keputusasaan itu, setitik harapan akhirnya muncul. Bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan. Salah satunya dari Badan Penanggunalangan Bencana (Baguna) PDIP.
Mereka tak hanya mendirikan posko dan dapur umum untuk warga terdampak, tetapi juga membawa berbagai kebutuhan mendesak. Mulai dari beras, telur, selimut, air minum dalam tangki, hingga pakaian anak dan obat-obatan. Bantuan itu mungkin belum bisa mengembalikan semua yang hilang, tapi setidaknya bisa meringankan beban untuk hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada