Keberhasilan serupa juga terjadi di jalur Tarutung–Sibolga. Akses yang macet total kini sudah bisa ditembus hingga ke depan Kantor Desa Sibalanga. Ini tentu angin segar.
Dengan terbukanya jalan, distribusi bantuan logistik ke pengungsian akhirnya bisa lebih lancar. Tak cuma itu, tim SAR juga diuntungkan. Mereka kini bisa menjangkau lokasi dengan armada yang lebih memadai.
"Usai akses mulai terbuka, distribusi logistik kepada warga terdampak di pengungsian pun dapat dilengkapi sesuai kebutuhan. Di samping itu, terjangkaunya akses ini juga memudahkan tim operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) dalam melakukan tugasnya dengan armada yang lebih lengkap,”
jelas Abdul.
Namun begitu, gambaran besar dampak bencana ini tetap suram. Sebelumnya, BNPB melaporkan korban jiwa mencapai 631 orang, dengan 472 lainnya masih dinyatakan hilang. Banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar ini juga melukai 2.600 orang. Yang terdampak mencapai 3,3 juta jiwa, dan sekitar 1 juta orang terpaksa mengungsi.
Kerusakan infrastrukturnya pun luar biasa parah. Ribuan rumah hancur atau rusak, mulai dari tingkat berat hingga ringan. Tak kurang dari 322 sekolah dan 277 jembatan juga ikut menjadi korban, memperlihatkan betapa dahsyatnya musibah yang melanda wilayah itu.
Artikel Terkait
Guru Besar Unair: Kriminalisasi Satire Ancaman Serius bagi Demokrasi
Rismon Sianipar Tantang Eggi Sudjana: Silakan Minggir dari Lapangan!
Target Pajak 2025 Jeblok Rp 271 Triliun, Proyek Yayasan Jadi Sorotan
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil