Menurutnya, hikmah dari semua yang dialami adalah perbaikan kondisi spiritual. Meski, diakui Ira, prosesnya tidak mudah sama sekali.
“Saya juga butuh proses untuk sampai pada kesadaran ini. Sekarang, saya harus banyak bersyukur. Hal sederhana seperti bernapas menghirup oksigen saja, sering kita lupa itu pemberian Allah yang gratis,” tuturnya.
Soal rencana ke depan, Ira memilih untuk menikmati kebebasannya dengan cara yang sederhana. Untuk sementara, ia ingin fokus berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi dengan sahabat.
“Dulu sibuk sekali dengan urusan duniawi. Sekarang, saatnya menikmati hidup dengan lebih banyak bersyukur dan mendekat kepada Allah. Memperkaya batin, itu yang utama. Ke depan, kira-kira seperti itulah arahnya,” ungkapnya.
Dari semua lika-liku yang telah dilalui, Ira menegaskan satu hal: nikmat terbesar adalah iman dan kebebasan.
Ia juga berpesan, siapapun harus tetap semangat berjuang dalam hidup dan berusaha menjadi pribadi yang profesional.
“Hidup ini perjuangan. Saya sendiri punya pengalaman lama bekerja sama dengan perusahaan asing. Menurut saya, kita bisa jadi pendakwah salah satunya dengan menjadi profesional. Bekerja dengan baik, atau kalau bisa, lebih baik lagi,” tandasnya.
Artikel Terkait
Target Zero Accident MBG 2026 Terganjal 1.242 Kasus Keracunan di Januari
Ijazah Jokowi dan Ujian Terakhir Kerahasiaan Publik
Haji Isam Pacu Hilirisasi, Jhonlin Group Garap Baterai Nikel di KEK Setangga
Opini Publik Barat Berbalik: Dukungan AS untuk Israel Mencatat Titik Terendah Sejarah