Isu seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas di Magetan. Kali ini, sorotan tertuju pada Rita Haryati, kader PDIP yang juga menjabat Ketua Komisi B DPRD setempat. Namanya ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan pengelolaan sebuah dapur SPPG satuan pelayanan pemenuhan gizi untuk program MBG.
Semua berawal dari sebuah unggahan media sosial. Foto Rita disandingkan dengan Ketua DPC PDIP Magetan, Diana Sasa. Narasinya cukup provokatif, menuding ada standar ganda di internal partai. Intinya, pimpinan partai di sana disebut menyerang program MBG, sementara anak buahnya malah punya dapur operasionalnya sendiri.
"Ketua DPC PDIP Magetan mulai menyerang program MBG milik polisi, padahal anak buahe sesama kader dewan PDIP Magetan due dapur MBG," begitu bunyi keterangan dalam unggahan viral itu.
Menanggapi riuhnya kabar ini, Rita Haryati akhirnya buka suara. Dengan tegas, ia membantah terlibat dalam pengelolaan dapur tersebut.
Menurut Rita, ia cuma pemilik lahan. Itu pun disewakan saja.
"Itu memang tempat saya disewa untuk SPPG. Orang Madiun kemarin yang cari tempat," ujar Rita, Selasa lalu.
Ia lalu membeberkan soal transaksi sewa-menyewa itu. Lahannya seluas 600 meter persegi, dikontrak selama empat tahun dengan nilai Rp 500 juta. "Memang itu tempat saya kosong, pernah saya buka usaha tidak jalan. Ada yang cari tempat orang Madiun kemarin," tandasnya, menjelaskan alasan sewanya.
Di sisi lain, Diana Sasa selaku Ketua DPC PDIP Magetan juga tak tinggal diam. Ia membantah keras tudingan yang beredar.
"Tidak benar. DPC PDI Perjuangan menjalankan sepenuhnya arahan DPP terkait MBG. Prinsip kami jelas, kader harus menjaga integritas dan menghindari potensi konflik kepentingan," tegas Sasa.
Ia mengaku sudah melakukan klarifikasi internal. Hasilnya, kata Sasa, dapur itu sama sekali tidak dikelola atas nama Rita Haryati. "Sudah saya klarifikasi bukan atas nama beliau. Hanya disewakan tempatnya," imbuhnya.
Polemik ini, seperti biasa, masih menyisakan beragam tafsir di tengah publik. Meski klarifikasi telah diberikan, gaungnya di media sosial tampaknya belum sepenuhnya reda.
Artikel Terkait
Jibom Brimob Sterilisasi GBK untuk Keamanan Womens Day Run
Tim SAR Natuna Uji Repeater di Puncak Gunung Ranai untuk Pastikan Sistem Komunikasi Darurat
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab Imbas Ketegangan Selat Hormuz
Anak Tega Bakar Rumah Orang Tua di Deli Serdang Gara-gara Cekcok