Hujan deras yang mengguyur Jakarta pagi ini ternyata membawa konsekuensi serius bagi sebuah sekolah di Pademangan Timur. Plafon ruang kelas di SDN 05 itu tiba-tiba ambruk. Yang bikin ngeri, kejadiannya berlangsung saat para siswa sedang asyik menyantap sarapan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Plafon roboh saat siswa sedang sarapan MBG di kelas dan guru langsung evakuasi siswa ke lapangan,”
Kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, seperti dilaporkan Antara hari ini, Senin (12/1/2026).
Menurut sejumlah saksi, semua terjadi sekitar pukul setengah delapan pagi. Isnawa menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat itu menyebabkan air merembes dari atap. Rembesan air kemudian menumpuk di langit-langit hingga akhirnya plafon tidak kuat menahan beban.
Dampaknya cukup luas. Satu bangunan sekolah di lantai empat terdampak. Bukan cuma satu ruangan, plafon yang roboh ternyata meliputi empat kelas dan satu lorong sekolah. Kerusakannya terlihat parah.
Untungnya, tindakan evakuasi yang cepat membuat musibah ini tidak memakan korban jiwa. Meski begitu, kerugian materialnya tidak sedikit.
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan taksiran kerugian mencapai Rp70 juta,”
tandas Isnawa.
Di sisi lain, proses penanganan sudah bergulir sejak pagi. Petugas gabungan yang terdiri dari berbagai elemen mulai dari P2B BPBD, PPSU, Satpol PP, hingga Dinas SDA, ditambah personel Polsek dan Koramil sudah turun tangan membersihkan dan mengamankan lokasi. Mereka mulai bekerja sekitar pukul 10.39 WIB, atau beberapa jam setelah kejadian.
Saat ini, aktivitas di lokasi masih berlangsung. Para petugas tampak sibuk mengevakuasi puing-puing dan menilai kerusakan lebih lanjut, memastikan tidak ada bahaya tersisa yang mengintai.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp281 Juta untuk Ahli Waris Petugas PPSU Tewas Kecelakaan Kerja
Shelter Indonesia Transformasi dari Penyedia Tenaga Kerja ke Ekosistem Operasional Terintegrasi
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kritis