Iran Ancam Serang Kota-Kota Eropa Jika Negara Eropa Ikut Konflik

- Rabu, 04 Maret 2026 | 14:40 WIB
Iran Ancam Serang Kota-Kota Eropa Jika Negara Eropa Ikut Konflik

Teheran mengirimkan peringatan keras. Pemerintah Iran mewanti-wanti negara-negara Eropa agar tidak ikut serta dalam konflik melawan mereka. Pernyataan resmi itu disampaikan dari ibu kota Iran pada Selasa (3/3) waktu setempat.

Intinya jelas: tindakan apa pun dari Eropa akan dianggap sebagai "tindakan perang". Dan konsekuensinya? Iran akan membalas dengan menyerang kota-kota di Eropa. Ancaman itu bukan datang dari sembarang orang, melainkan langsung dari juru bicara Kementerian Luar Negeri setempat.

Menurut sejumlah saksi, peringatan ini muncul sebagai respons. Beberapa negara Eropa sebelumnya menyebut kemungkinan mengambil "tindakan defensif" untuk menghadapi kemampuan rudal Iran yang terus berkembang.

Nah, bagi Teheran, istilah 'defensif' itu sama sekali tidak masuk akal.

"Itu akan menjadi tindakan perang. Tindakan apa pun terhadap Iran akan dianggap sebagai keterlibatan dengan para agresor," tegas Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
"Defensif sama artinya dengan ofensif. Apakah mereka ingin menghilangkan kemampuan dan kapasitas Iran untuk melawan agresor?" ujarnya lagi dalam konferensi pers yang diliput oleh kantor berita pemerintah, Press TV dan Euronews, Rabu (4/3).

Dia melanjutkan dengan nada kesal. "Akan sangat disayangkan jika negara-negara ini berpihak pada agresor. Mereka sudah cukup berbuat melawan Iran," tambah Baghaei.

Di sisi lain, situasinya memang sedang memanas. Peringatan Iran ini datang di saat banyak negara Eropa berupaya meningkatkan pertahanan mereka. Kekhawatirannya nyata: perang berpotensi meluas keluar Timur Tengah dan benar-benar mengancam keamanan di Eropa. Jadi, ancaman balasan menargetkan kota-kota Eropa bukan sekadar omong kosong, tapi sebuah skenario yang mulai diperhitungkan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar