Jadi, kembali ke pertanyaan awal, salahkah mereka?
Secara hukum, jawabannya iya. Tapi dari sudut pandang kemanusiaan, ceritanya jadi jauh lebih rumit dan tidak hitam-putih.
Yang sebenarnya salah adalah situasi yang memaksa seseorang memilih antara melanggar hukum atau mati kelaparan. Yang salah adalah kebijakan yang lambat bereaksi, yang tak mampu mendengar jeritan perut rakyatnya. Dan yang paling salah adalah ketika korban justru lebih cepat disalahkan daripada ditolong.
Pada akhirnya, penjarahan akibat lapar adalah jeritan terakhir dari orang-orang yang sudah kehabisan akal. Jeritan dari mereka yang tidak punya pilihan lagi. Dan jika kita mau mengaku sebagai bangsa yang beradab, maka yang pertama-tama harus diadili bukanlah tangan-tangan yang menjulur mengambil makanan, melainkan sistem yang membiarkan mereka kelaparan sejak awal.
PRAY FOR SUMATERA
Benz Jono Hartono
Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat, Executive Director HIAWATHA Institute di Jakarta
Artikel Terkait
Singapura Bukan Jatuh, Tapi Sedang Ganti Mesin Ekonomi
Isra Mi’raj: Titik Balik Spiritual yang Mengguncang Dunia
Bencana Sumatera Picu Ancaman Baru: Kemiskinan Nasional Melonjak
Banjir Kendal Meluas, Warga Berbondong-bondong Tinggalkan Rumah