Hari ini, Senin 1 Desember, dunia kembali memperingati Hari AIDS Sedunia. Tanggal ini selalu menjadi momen khusus setiap tahunnya. Bukan sekadar pengingat kalender, tapi lebih dari itu, sebuah seruan global untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS.
Di sisi lain, peringatan ini juga menegaskan pentingnya solidaritas dan upaya pencegahan. Namun yang tak kalah krusial adalah upaya menghapus stigma yang masih melekat kuat pada para penderitanya.
Onky, seorang pemerhati HIV/AIDS di Surabaya, punya pesan yang sangat manusiawi untuk masyarakat. Ia mengingatkan kita semua untuk melihat penderita sebagai manusia, bukan sekadar penyakitnya.
Pernyataan itu disampaikannya ketika dihubungi Basra pada Minggu sore (30/11).
Menurut Onky, akar masalah stigma negatif ini sebenarnya sederhana: minimnya informasi yang tepat tentang HIV/AIDS. Banyak orang belum paham betul fakta medisnya, akhirnya muncul prasangka dan pandangan negatif yang berlebihan.
Artikel Terkait
Investasi Jawa Barat Tembus Rp 296,8 Triliun, Lampaui Target di 2025
Jejak Digital Fufufafa dan Chilipari: Benang Merah yang Mengarah ke Gibran?
Demokrasi di Ujung Tangan: Ketika Suara Rakyat Hanya Ditakar dari Beras dan Minyak
Lamongan Diperpanjang Status Tanggap Darurat, Genangan Air Belum Surut di Enam Kecamatan