Nasib Trucha di PSM Makassar Ditentukan Laga Kontra Malut United

- Rabu, 04 Maret 2026 | 20:00 WIB
Nasib Trucha di PSM Makassar Ditentukan Laga Kontra Malut United

MAKASSAR Kursi Tomas Trucha di PSM Makassar terasa semakin panas. Hingga detik ini, manajemen klub belum juga mengeluarkan keputusan final soal nasib pelatih asal Ceko itu. Semuanya masih digantung.

Alasannya jelas: performa tim. Sepanjang Super League 2025/2026, Juku Eja sama sekali tak sesuai ekspektasi. Target awal finis lima besar kini terasa seperti mimpi di siang bolong. Yang terjadi malah sebaliknya, mereka terperosok di wilayah rawan degradasi. Sungguh situasi yang jauh dari bayangan.

Sejak Trucha mengambil alih, grafik PSM nyaris datar. Saat pertama kali ia datang, tim ada di peringkat 14. Setelah 15 laga? Hanya naik satu tingkat ke posisi 13, dengan 23 poin. Jaraknya tipis, cuma lima poin dari PSBS Biak yang menghuni zona merah. Tidak ada perkembangan berarti, dan itu yang bikin khawatir.

Statistiknya juga suram. Dari 15 pertandingan tadi, Trucha cuma mampu mengumpulkan 14 poin. Rinciannya: empat menang, dua seri, dan sembilan kekalahan. Trennya malah makin buruk. Tim sedang puasa kemenangan dalam tujuh laga terakhir, dengan lima di antaranya adalah kekalahan beruntun. Kekalahan terakhir, 2-4 dari Persita Tangerang di Parepare, seperti pukulan telak yang semakin menggoyahkan posisinya.

Lalu, apa yang akan manajemen lakukan?

Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, bilang mereka masih perlu pertimbangan matang. Evaluasi intensif sudah dilakukan dua hari terakhir, melibatkan berbagai pihak di dalam klub.

“Hasilnya akan kami umumkan, mungkin besok malam paling lambat akan disampaikan,” ujar Fajrin.

Menurutnya, ada satu laga krusial yang jadi pertimbangan: pertandingan melawan Malut United di Ternate akhir pekan ini. Laga itu bisa jadi penentu terakhir bagi Trucha.

Di sisi lain, target klub pun terpaksa berubah drastis. Mimpi lima besar sudah pupus. Peringkat 13 dengan 23 poin, tertinggal 16 poin dari posisi kelima, sisa sepuluh laga… hitung-hitungannya jadi sangat sulit. Fokus utama sekarang cuma satu: bertahan.

“Targetnya kita adalah di bulan April itu sudah bisa mengamankan satu slot di Super League tahun depan,” tegas Fajrin.

Ia menekankan, tim tak boleh lagi memandang rendah atau tinggi lawan. Setiap laga harus dianggap final, dan poin adalah segalanya.

Dari sepuluh laga sisa, lima di kandang dan lima di tandang. Manajemen punya angka sakti: 41 poin. Itu dianggap sebagai ambang batas aman untuk menghindari degradasi, berdasarkan rata-rata poin tim yang terdegradasi dalam beberapa musim terakhir.

Pengamat sepak bola Toni Hon melihat langkah ini sebagai satu-satunya jalan yang realistis. Menurutnya, PSM harus segera sadar diri.

“Jangan pikir yang lain-lain lagi, target realistis bagaimana tidak degradasi,” kata Hon.

Begitulah situasinya. PSM sedang berjuang untuk sekadar bertahan, dan nasib seorang pelatih tergantung pada sisa pertandingan yang makin menegangkan. Semua mata kini tertuju ke ruang rapat manajemen dan lapangan hijau di Ternate nanti.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar