MAKASSAR Kursi Tomas Trucha di PSM Makassar terasa semakin panas. Hingga detik ini, manajemen klub belum juga mengeluarkan keputusan final soal nasib pelatih asal Ceko itu. Semuanya masih digantung.
Alasannya jelas: performa tim. Sepanjang Super League 2025/2026, Juku Eja sama sekali tak sesuai ekspektasi. Target awal finis lima besar kini terasa seperti mimpi di siang bolong. Yang terjadi malah sebaliknya, mereka terperosok di wilayah rawan degradasi. Sungguh situasi yang jauh dari bayangan.
Sejak Trucha mengambil alih, grafik PSM nyaris datar. Saat pertama kali ia datang, tim ada di peringkat 14. Setelah 15 laga? Hanya naik satu tingkat ke posisi 13, dengan 23 poin. Jaraknya tipis, cuma lima poin dari PSBS Biak yang menghuni zona merah. Tidak ada perkembangan berarti, dan itu yang bikin khawatir.
Statistiknya juga suram. Dari 15 pertandingan tadi, Trucha cuma mampu mengumpulkan 14 poin. Rinciannya: empat menang, dua seri, dan sembilan kekalahan. Trennya malah makin buruk. Tim sedang puasa kemenangan dalam tujuh laga terakhir, dengan lima di antaranya adalah kekalahan beruntun. Kekalahan terakhir, 2-4 dari Persita Tangerang di Parepare, seperti pukulan telak yang semakin menggoyahkan posisinya.
Lalu, apa yang akan manajemen lakukan?
Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, bilang mereka masih perlu pertimbangan matang. Evaluasi intensif sudah dilakukan dua hari terakhir, melibatkan berbagai pihak di dalam klub.
“Hasilnya akan kami umumkan, mungkin besok malam paling lambat akan disampaikan,” ujar Fajrin.
Menurutnya, ada satu laga krusial yang jadi pertimbangan: pertandingan melawan Malut United di Ternate akhir pekan ini. Laga itu bisa jadi penentu terakhir bagi Trucha.
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Lolos ke 16 Besar All England, Tantangan Berat Menanti Lawan Rekan Senegara
Dua Ganda Campuran Indonesia Pastikan Satu Tiket Perempat Final All England
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Rafael Leao untuk Antisipasi Minat Klub Asing
Kevin Diks Pimpin Daftar Pencetak Gol Pemain Asia di Bundesliga