Letda Made Juni Dituduh Siksa Prajurit dengan Cabai: Saya Disuruh Nungging dan Anus Dilumuri Cabai

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:24 WIB
Letda Made Juni Dituduh Siksa Prajurit dengan Cabai: Saya Disuruh Nungging dan Anus Dilumuri Cabai

Kasus Kematian Prada Lucky: Saksi Ungkap Penyiksaan oleh Letda Made Juni

Saksi kunci dalam kasus kematian Prada Lucky Namo, Prada Richard Junimton Bulan, mengungkapkan fakta mengejutkan di persidangan Pengadilan Militer III-15 Kupang. Sidang yang menghadirkan 17 terdakwa ini mengungkap keterlibatan langsung Letda Made Juni Arta Dana dalam penyiksaan.

Prada Richard mengaku bersama almarhum Prada Lucky disiksa oleh atasannya, Letda Made Juni Arta Dana. Dalam persidangan Rabu 29 Oktober 2025, Richard menjelaskan bagaimana Made Juni turut memeriksa dan menyiksa mereka dengan metode yang kejam.

Kronologi Penyiksaan dengan Cabai

Pada 28 Juli 2025 sekitar pukul 21.00 WITA, Prada Richard dan Prada Lucky dibawa ke ruang staf intel. Di sana, Letda Made Juni memaksa mereka mengakui perbuatan LGBT. Karena terus disiksa dan tak tahan, mereka terpaksa berbohong.

"Saya ditanya berapa kali LGBT tapi saya terpaksa berbohong supaya tidak dipukuli lagi. Kami dicambuk saat tidak mengaku sekitar 5 sampai 6 kali," jelas Richard dalam persidangan.

Lebih mengerikan, Made Juni memerintahkan pengambilan cabai dari dapur. Richard disuruh telanjang dan cabai dioleskan ke area sensitifnya. "Saya disuruh nungging dan membuka pantat langsung dilumuri cabai ke anus saya. Itu pedis dan panas saya rasa," tuturnya.

Keterlibatan Letda Made Juni dalam Pengantaran Jenazah

Ibu Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, mengungkapkan bahwa Made Juni ikut mengantar jasad Lucky ke Kota Kupang. Dalam sidang pemeriksaan saksi atas terdakwa Ahmad Faisal, Senin 27 Oktober 2025, terungkap Made Juni mengaku sebagai perwakilan batalyon.

Made Juni mendampingi keluarga beberapa hari dan bahkan mentransfer uang untuk keperluan ibadah di rumah duka. Fakta ini menambah kompleksitas kasus yang melibatkan 17 terdakwa ini.

Pengadilan Militer III-15 Kupang terus menyidangkan kasus kematian Prada Lucky yang menewaskan prajurit muda ini. Persidangan mengungkap berbagai fakta baru tentang praktik penyiksaan di lingkungan militer.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar